prabowo subianto
Di balik sorotan internasional terhadap kebakaran hutan dan lahan yang membakar lebih dari 27.000 hektare di Sumatera dan Kalimantan, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan ultimatum keras kepada korporasi yang terbukti sengaja menyebabkan kerusakan lingkungan itu—izin usaha bakal dicabut tanpa ampun. Ironisnya, bersamaan dengan ancaman tegas itu, Kementerian Lingkungan Hidup justru baru menyegel 50 perusahaan yang diduga terlibat, menandakan penegakan hukum masih berjejak di belakang komitmen politik. Asap tebal dari kobaran tersebut memang kategori tidak sehat hingga berbahaya, memaksa warga membatasi aktivitas di luar ruangan. Di tengah krisis ini, machinasi politik tak pernah berhenti: NasDem secara terbuka menolak jatah kabinet dengan dalih tidak pernah berkeringat untuk kemenangan Prabowo, menggambarkan reshuffle jako permainan etika bukan semata arsitektur kekuasaan.