Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Imbal Hasil SBN Naik, Tantangan Fiskal Semakin Berat

Senin, 7 September 2026, 10:03 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun ke sekitar 7,102 persen menambah tekanan biaya pembiayaan utang pemerintah yang telah menembus Rp 10.293,69 triliun atau 41,26 persen PDB per Juli 2026. Guru Besar FEB UI Telisa Aulia Falianty mengingatkan kenaikan premi risiko tetap perlu dicermati karena akan otomatis meningkatkan beban bunga utang, meskipun yield masih dalam rentang proyeksi pemerintah 6,8-7,2 persen. Sebagai respons, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada penerbitan SBN baru dengan memperbaiki penerimaan perpajakan, membenahi SDM Ditjen Pajak serta Bea dan Cukai, dan mencari sumber pendanaan alternatif yang lebih murah seperti pinjaman dari China dengan bunga sekitar 1,9 persen.

Poin-Poin Utama

  • Yield SBN tenor 10 tahun naik menjadi 7,102 persen dari sebelumnya 6,990 persen.
  • Rentang proyeksi yield SBN 2026 pemerintah berada di kisaran 6,8-7,2 persen.
  • Posisi utang pemerintah hingga 30 Juli 2026 mencapai Rp 10.293,69 triliun atau 41,26 persen dari PDB.
  • Utang berupa SBN tercatat sebesar Rp 8.966,79 triliun.
  • Utang berupa pinjaman tercatat sebesar Rp 1.326,90 triliun.
  • Telisa Aulia Falianty merupakan Guru Besar FEB Universitas Indonesia.
  • Faktor internal yang memengaruhi yield antara lain instrumen moneter Bank Indonesia seperti SRBI dan kenaikan premi risiko CDS.
  • Faktor eksternal yang memengaruhi yield meliputi kebijakan The Fed, inflasi AS, rebalancing MSCI, dan geopolitik.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui rasio utang Indonesia terus meningkat.
  • Pemerintah menargetkan peningkatan penerimaan perpajakan untuk mengurangi penerbitan utang baru.
  • Pembenahan akan dilakukan pada SDM Ditjen Pajak dan Ditjen Bea dan Cukai.
  • Pemerintah mendorong pertumbuhan investasi sektor swasta untuk memperluas basis pajak.
  • Pembiayaan dari China menawarkan bunga sekitar 1,9 persen sebagai sumber pendanaan lebih murah.
  • Tekanan yield SBN dinilai berpotensi bersifat sementara tergantung inflasi AS dan pasar keuangan global.
Tagar Terkait
#apbn#fiskal#menkeu purbaya#sbn#imbal hasil#utang pemerintah#yield#penerimaan pajak
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya