Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Tekno Netral

Debu Kosmik Berusia Miliaran Tahun Ungkap Jejak Awal Terbentuknya Matahari

Senin, 7 September 2026, 14:54 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

bintang pendahulu dan terjebak dalam awan molekuler yang kemudian melahirkan tata surya 4,6 miliar tahun lalu. Peneliti mengidentifikasi partikel ini melalui isotop unik yang ditemukan pada meteorit, debu antariksa, serta sampel asteroid dan komet, dengan komet menyimpan material paling terlindungi karena terbentuk di wilayah luar tata surya yang dingin. Kesimpulannya, debu kosmik berfungsi sebagai rekaman kimiawi kondisi lingkungan bintang sebelum kelahiran Matahari, membantu mengungkap bagaimana planetesimal kecil berkembang menjadi planet melalui proses akresi.

Poin-Poin Utama

  • Proses pembentukan Matahari dan tata surya terjadi sekitar 4,6 miliar tahun lalu.
  • Presolar grains merupakan butiran debu kosmik mikroskopis yang lebih tua dari Matahari.
  • Presolar grains terbentuk di ruang antarbintang sebelum kelahiran Matahari.
  • Butiran ini berasal dari aliran material atau ledakan bintang-bintang terdahulu.
  • Presolar grains ditemukan tersimpan di dalam meteorit yang jatuh ke Bumi.
  • Presolar grains juga ditemukan pada debu kosmik di ruang angkasa.
  • Presolar grains terdapat dalam sampel dari asteroid dan komet.
  • Tata surya terbentuk dari awan besar gas dan debu antarbintang.
  • Gravitasi menyebabkan awan gas dan debu runtuh sebagai tahap awal pembentukan.
  • Material kemudian membentuk piringan berputar yang disebut solar nebula.
  • Sebagian besar material berkumpul di pusat piringan untuk membentuk Matahari.
  • Sisa material bertabrakan dan membentuk planetesimal hingga menjadi planet.
  • Peneliti mengidentifikasi presolar grains melalui karakteristik isotop unik.
  • Perbedaan isotop menunjukkan material berasal dari lingkungan bintang yang berbeda.
  • Komet terbentuk di wilayah luar tata surya yang dingin sehingga material purba terjaga miliaran tahun.
Tagar Terkait
#nasa#antariksa#astronomi#tata surya#debu kosmik#matahari#presolar grains#isotop#komet#meteorit
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya