Lahan Hunian Tapak Sydney Kian Langka
Sydney membutuhkan sedikitnya 800.000 rumah tambahan hingga 2046 seiring proyeksi naik penduduk dari 5,3 juta ke 6,6 juta jiwa, namun keterbatasan geografis—dibatasi Samudra Pasifik, kawasan konservasi, dan pegunungan—mengerjakan penambahan lahan sulit karena hampir semua kawasan dekat pusat ekonomi sudah terurbanisasi. Pemerintah NSW mendorong densifikasi, urban renewal, dan pengembangan di sekitar pusat transportasi, termasuk kawasan greenfield di Western Sydney, sambil melarang foreign persons membeli established dwellings sejak April 2025 hingga Maret 2027 sehingga membuat ketersediaan hunian baru semakin relevan bagi investor asing termasuk dari Indonesia. Kawasan suburban seperti Roselands di barat daya Sydney dinilai tetap menawarkan karakter hunian tapak bagi keluarga dan makin menarik di tengah kelangkaan lahan.
Poin-Poin Utama
- NSW estimates Sydney needs at least 800,000 additional homes by 2046.
- Sydney population projected to grow from 5.3 million to 6.6 million.
- Sydney Plan finalized on 13 August 2026 as 20-year urban framework.
- Most areas near Sydney economic center already urbanized.
- NSW pushing densification and transit-oriented housing in developed areas.
- Western Sydney greenfield zones still relied on for new supply.
- Pacific Ocean borders east; conservation areas, rivers, mountains limit expansion north, south, west.
- Near-city development increasingly uses infill, urban renewal, mid-to-high density housing.
- Australia banned foreign persons from buying established dwellings from 1 April 2025 to 31 March 2027.
- Foreign buyers can still seek approval to buy new dwellings or vacant land.
- Eastern suburbs prioritized for housing near jobs, transport, services.
- Western Sydney designated as new economic growth center.
- Roselands characterized as residential southwest area dominated by family housing.
- 2021 ABS Census shows 53.3% of Roselands families are couples with children.
- In Roselands, 31.2% of dwellings owned without mortgage, 35.8% with mortgage, 29.7% rented.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.