Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Perjalanan KRL Commuter Line Berkurang, KAI: Ada Perawatan Intensif

Selasa, 8 September 2026, 11:06 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

KAI Commuter menyesuaikan jadwal perjalanan KRL Commuter Line mulai 7 September 2026 karena proses perawatan intensif terhadap 17 perjalanan pagi, sore, dan malam hari akibat masalah pada rangkaian KRL produksi PT Inka, sementara rangkaian produksi China maupun bekas Jepang tidak bermasalah. Total perjalanan harian berkurang dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan di lintas Jabodetabek. KAI Commuter mengimbau pengguna menyesuaikan jadwal dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut.

Poin-Poin Utama

  • KAI Commuter menyesuaikan jadwal KRL Commuter Line mulai Senin (7/9/2026).
  • Penyesuaian bersifat sementara karena perawatan intensif sarana KRL.
  • PT Inka dan KAI memeriksa rangkaian KRL Commuter Line seri iE305.
  • Sebanyak 17 perjalanan Commuter Line mengalami penyesuaian jadwal.
  • Tujuh perjalanan dari Bogor/Cilebut/Depok ke Manggarai/Jakarta Kota dibatalkan pagi hari.
  • Lima perjalanan dari Jakarta Kota ke Bogor dibatalkan pada pagi hari.
  • Dua perjalanan dari Manggarai ke Bogor dibatalkan sore hari.
  • Tiga perjalanan dari Bogor sore hari juga dibatalkan.
  • KRL produksi PT Inka dilaporkan bermasalah dan harus diperiksa.
  • KRL produksi China dan bekas Jepang tidak mengalami masalah.
  • KAI Commuter mengoperasikan 1.048 perjalanan harian dari sebelumnya 1.065 perjalanan.
  • Pengurangan perjalanan berdampak pada layanan KRL Commuter Line Jabodetabek.
  • KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pengguna.
  • Pengguna diimbau menyesuaikan jadwal perjalanan selama masa perawatan.
  • Informasi jadwal operasional disampaikan melalui aplikasi C-Access, pengumuman stasiun, dan media sosial resmi KAI Commuter.
Tagar Terkait
#jabodetabek#transportasi#kai commuter#krl commuter line#perawatan kereta#pt inka#karina amanda
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya