Pidato di Konvensi Dallas, Wapres AS JD Vance Sebut Demokrat 'Partai Kebencian'
Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Partai Demokrat sebagai "partai kebencian" dalam pidatonya di konvensi Partai Republik di Dallas, sekaligus memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat penerus Donald Trump untuk pemilu 2028. Trump memuji penampilan Vance dan mengulangi janji "dividen Trump" sebesar 5.000 dolar AS jika Partai Republik mempertahankan kontrol Kongres. Partai Republik menghadapi tekanan berat menjelang pemilu sela dengan proyeksi Demokrat berpeluang menguasai House of Representatives.
Poin-Poin Utama
- JD Vance menyebut Partai Demokrat sebagai "partai kebencian" saat pidato utama di konvensi Partai Republik.
- Konvensi berlangsung di American Airlines Center, Dallas, Texas.
- Vance berusia 42 tahun.
- Vance mendesak pemilih untuk menyingkirkan Demokrat pada pemilu sela mendatang.
- Trump memuji penampilan Vance dan menyebut Demokrat mulai gugup.
- Trump menjanjikan dividen sebesar 5.000 dolar AS per warga dewasa Amerika jika Partai Republik mempertahankan kontrol Kongres.
- Decision Desk HQ memproyeksikan Demokrat berpeluang menguasai House dengan 229-206 kursi.
- Perebutan kursi Senat berlangsung ketat pada posisi 50-50.
- Tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di kisaran 30-an persen.
- Vance memfokuskan serangan pada isu keluarga dan nilai-nilai tradisional.
- Vance memberikan penghormatan kepada Charlie Kirk, aktivis konservatif muda, pada peringatan satu tahun kematiannya.
- Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Meksiko dan Vance merespons dengan menawarkan tiket pesawat.
- Penampilan Vance sebelum pidato penutup Trump menjadi momen strategis.
- Vance dipandang sebagai calon unggulan nominasi presiden Partai Republik 2028.
- Vance menyatakan belum akan mengambil keputusan pencalonan hingga pemilu sela tuntas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.