Akuakultur Indonesia Kunci Krisis Pangan dan Energi Dunia
Data FAO 2026 mencatat akuakultur telah menyumbang 53% produksi hewan akuatik global, menjadikan sektor ini mesin pertumbuhan utama pangan dunia. Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur US$210 miliar per tahun dari tiga zona budidaya (laut, pesisir, air tawar), namun pemanfaatan baru mencapai 18,40% dengan alokasi kredit perikanan hanya 0,35%. Prof. Rokhmin Dahuri mengusulkan konsep Tropical Ecological Marine Ranching (TEMR) sebagai solusi untuk memaksimalkan potensi akuakultur Indonesia yang selama ini "menganggur" sebesar Rp3.000 triliun.
Poin-Poin Utama
- FAO 2026 mencatat produksi perikanan dan akuakultur global menembus 235 juta ton.
- Akuakultur menyumbang 53% hewan akuatik global dan 59% pangan hewan akuatik untuk pertama kalinya.
- Sektor perikanan tangkap mulai mengalami stagnasi secara global.
- Potensi ekonomi akuakultur Indonesia ditaksir mencapai US$210 miliar per tahun.
- Zona Marikultur mencakup 24 juta hektar dengan potensi produksi 60 juta ton per tahun.
- Zona Pesisir mencakup 3 juta hektar dengan potensi produksi 34,36 juta ton per tahun.
- Zona Air Tawar mencakup 2 juta hektar dengan potensi produksi 5,7 juta ton per tahun.
- Pasokan mutiara laut selatan Indonesia menyumbang 43% dari total kebutuhan dunia.
- Bioteknologi kelautan diprediksi bernilai empat kali lipat lebih besar dari industri semikonduktor global.
- Bioteknologi kelautan mampu menghasilkan 12 produk akhir mulai dari pangan fungsional hingga biofuel.
- Evergen di Kendal memproduksi 500 kg astaxanthin per bulan untuk pasar Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang.
- ALBITEC di Semarang memproduksi 500 kg spirulina per bulan menggunakan energi terbarukan.
- Jejak karbon protein ikan 5 hingga 10 kali lebih rendah dibandingkan daging merah.
- Pemanfaatan potensi akuakultur Indonesia baru mencapai 18,40% pada 2025.
- Suku bunga pinjaman bagi nelayan dan pembudidaya Indonesia mencapai 8,8%, tertinggi ke-2 di ASEAN.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.