Pemerintah sebut industri otomotif perlu adaptasi AI dan semikonduktor
Pemerintah menyatakan industri otomotif nasional perlu beradaptasi dengan perkembangan kecerdasan buatan dan semikonduktor karena sektor tersebut semakin bergantung pada komponen teknologi cerdas. Tiga fondasi penting untuk membangun daya saing industri meliputi penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok yang kokoh. Indonesia telah menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi ARM, menjadi anggota organisasi kerja sama kecerdasan buatan global, dan tengah memperluas kerja sama dengan berbagai mitra internasional untuk mendukung transformasi industri nasional.
Poin-Poin Utama
- Industri otomotif nasional perlu beradaptasi dengan kecerdasan buatan dan semikonduktor.
- Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan hal tersebut di Nagoya, Jepang.
- Tiga fondasi daya saing industri manufaktur adalah penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok.
- Sektor otomotif semakin bergantung pada komponen semikonduktor dan teknologi cerdas.
- Indonesia menjalin kerja sama dengan perusahaan teknologi ARM pada awal 2026.
- Indonesia menjadi anggota World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).
- Pemerintah tengah melakukan penjajakan dengan PAX Silica untuk kerja sama di bidang teknologi.
- Indonesia telah menandatangani 25 perjanjian perdagangan internasional berupa perjanjian perdagangan bebas dan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif.
- Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dijadwalkan ratifikasi mulai November 2026.
- IEU-CEPA ditargetkan memasuki tahap implementasi pada Januari 2027.
- Perluasan akses pasar menjadi bagian dari strategi penguatan daya saing industri nasional.
- Penguasaan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan ekosistem rantai pasok kokoh menjadi benang merah kunjungan bisnis di Nagoya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.