Ketua IPPNU Tangsel Minta Kader Beri Dampak bagi Masyarakat
Iklyma Syifaul Fajna dilantik sebagai Ketua PC IPPNU Kota Tangerang Selatan masa khidmat 2025-2027 dan mengajak kader untuk menerjemahkan nilai organisasi melalui pendidikan, pengabdian, dan gerakan sosial demi kebermanfaatan bagi masyarakat. PC IPNU dan IPPNU Tangsel bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital menggelar Digital Literacy Forum yang membahas peluang dan risiko transformasi digital, termasuk hoaks, disinformasi, penipuan daring, dan keamanan data pribadi. Forum tersebut mengajarkan langkah verifikasi informasi sebelum dibagikan serta pentingnya menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.
Poin-Poin Utama
- Iklyma Syifaul Fajna dilantik sebagai Ketua PC IPPNU Kota Tangerang Selatan Masa Khidmat 2025-2027.
- Pelantikan PC IPNU dan IPPNU Kota Tangerang Selatan berlangsung di Aula Wali Kota Tangerang Selatan pada 19 September 2026.
- Iklyma mengajak kader IPPNU untuk tidak sekadar menjadi pribadi baik, tetapi memberikan manfaat bagi masyarakat.
- Nilai organisasi perlu diterjemahkan melalui pendidikan, pengabdian, gerakan sosial, dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing.
- Iklyma mengutip pesan Kiai Sahal Mahfudz bahwa menjadi orang baik itu gampang, tetapi berbuat baik kepada orang lain adalah hal yang sulit.
- Tiga fokus utama kepengurusan PC IPPNU Tangsel adalah kaderisasi, kolaborasi, dan digitalisasi.
- PC IPNU dan IPPNU Tangsel menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital dalam agenda digitalisasi.
- Digital Literacy Forum Gelar Seminar Nasional Literasi Digital dan Kepemimpinan Generasi Muda.
- Transformasi digital membuka peluang bagi generasi muda dalam pendidikan, kreativitas, ekonomi digital, dan syiar nilai Aswaja.
- Ruang digital menghadirkan risiko seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan perundungan siber.
- Risiko lain di ruang digital meliputi penipuan daring, judi daring, pinjaman ilegal, dan penyalahgunaan data pribadi.
- Peserta seminar dianjurkan membangun kebiasaan verifikasi informasi sebelum membagikannya.
- Lima langkah verifikasi yang diperkenalkan adalah berhenti sejenak, memeriksa sumber, mencari pembanding, menguji bukti, dan tidak menyebarkan bila ragu.
- Materi keamanan digital mencakup ancaman phishing, pembajakan akun, penipuan daring, dan kebocoran data pribadi.
- Peserta juga mendapat materi mengenai kekerasan berbasis gender secara daring.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.