Kemenekraf Pulihkan 80 Pelaku Ekonomi Kreatif Terdampak Banjir Bandang di Padang Pariaman
Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi 80 pelaku ekonomi kreatif di Padang Pariaman yang terdampak banjir bandang, meliputi sektor kuliner, fotografi, konten kreator, kriya, dan seni pertunjukan. Pelatihan yang melibatkan akademisi Universitas Andalas ini mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan untuk pengembangan produk, manajemen bisnis, dan strategi riset pasar guna memulihkan produktivitas serta memperluas jangkauan pasar para pelaku usaha. Inisiatif ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, dan komunitas dalam upaya rekonstruksi ekonomi lokal.
Poin-Poin Utama
- Kemenekraf menggelar pelatihan peningkatan kapasitas bagi 80 pelaku ekonomi kreatif Padang Pariaman.
- Pelatihan berlangsung pada 18 hingga 19 September.
- Peserta berasal dari sektor kuliner, fotografi, konten kreator, kriya, dan seni pertunjukan.
- Kegiatan dipusatkan di Kantor Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat.
- Moch Nurul Huda memimpin Biro Hukum Kemenekraf.
- Kemenekraf menggandeng pemerintah daerah dan akademisi universitas dalam merancang kurikulum.
- Laura Amelia Triani memandu sesi pengembangan kapasitas ekonomi kreatif.
- Prof. Henmaidi dari Universitas Andalas mengajarkan manajemen bisnis.
- Prof. Ratni Prima Lita menyampaikan strategi menggali potensi kreatif nagari.
- Peserta mendapat pembekalan riset pasar dan pemanfaatan kecerdasan buatan.
- John Kenedy Azis merupakan Bupati Padang Pariaman.
- Evi, wirausahawan lokal, menilai pelatihan kecerdasan buatan sangat bermanfaat.
- Anton Wira Tanjung merupakan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Padang Pariaman.
- Pelatihan bertujuan memulihkan produktivitas dan memperluas jangkauan pasar.
- Program menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam rekonstruksi lokal.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.