Film Djamin Setia Selamanya: Kisah Perjuangan Pahlawan Karo Djamin Ginting
Film Djamin Setia Selamanya menyuguhkan kisah perjuangan pahlawan nasional asal Tanah Karo, Sumatra Utara, Djamin Ginting, pada periode krusial 1945-1948. Disutradarai oleh Rako Prijanto dengan peran utama Rafi Sudirman, film ini menggambarkan perjalanan Djamin dari pemuda berpelajaran Belanda yang merasakan pahitnya kolonialisme, bergabung dengan Gyugun, hingga memimpin perang gerilya di tengah Agresi Militer. Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan di Pulau Jawa karena kendala logistik terkait kendaraan antik, namun tim produksi tetap melakukan riset mendalam untuk menghadirkan atmosfer Tanah Karo secara autentik.
Poin-Poin Utama
- Film Djamin Setia Selamanya menceritakan perjuangan pahlawan nasional Djamin Ginting dari Tanah Karo, Sumatra Utara.
- Film ini disutradarai oleh Rako Prijanto.
- Alur cerita berfokus pada periode perjuangan Indonesia antara tahun 1945 hingga 1948.
- Film sebelumnya yang berjudul 3 Nafas Likas tayang pada tahun 2014 dengan sudut pandang istri Djamin Ginting.
- Film Djamin Setia Selamanya mengalihkan fokus pada strategi dan dedikasi Djamin Ginting di masa awal kemerdekaan.
- Konferensi pers diadakan di Jakarta pada Minggu, 20 September.
- Seluruh proses pengambilan gambar dilakukan di Pulau Jawa, meliputi Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
- Pengambilan gambar tidak dilakukan di Sumatra Utara karena kendala logistik terkait kendaraan antik.
- Tim produksi melakukan riset mendalam terkait geofisika dan topografi untuk menjaga keaslian visual.
- Djamin Ginting diperankan oleh Rafi Sudirman.
- Djamin Ginting lahir pada tahun 1921.
- Djamin Ginting awalnya mengenyam pendidikan Belanda sebelum menyadari pahitnya kolonialisme.
- Djamin Ginting pernah bergabung dengan Gyugun untuk memperjuangkan janji kemerdekaan dari Jepang.
- Likas Tarigan selaku istri Djamin Ginting diperankan oleh Claresta Taufan.
- Djamin Ginting memimpin perang gerilya dengan taktik brilian selama Agresi Militer Belanda.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.