Pemerintah Kerahkan 64 Pesawat dan 54 Ribu Personel Gabungan Tangani Karhutla
Pemerintah mengerahkan 64 unit pesawat dan 54.394 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah. Pengerahan ini mencakup operasi water bombing dari udara dan operasi darat yang difokuskan di tujuh provinsi prioritas, dengan personel berasal dari TNI, Polri, BNPB, BPBD, dan unsur lainnya. Berdasarkan data SiPongi, hingga 19 September 2026 tercatat 1.323 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya.
Poin-Poin Utama
- Pemerintah mengerahkan 64 unit pesawat untuk operasi pemadaman karhutla.
- Sebanyak 54.394 personel gabungan disiagakan untuk menangani karhutla.
- Dari 64 pesawat, 55 unit milik BNPB dan 9 unit milik TNI.
- Personel di Kalimantan Barat sebanyak 14.759 orang.
- Personel di Riau dan Kepulauan Riau sebanyak 14.382 orang.
- Personel di Sumatera Selatan sebanyak 11.026 orang.
- Personel di Jambi sebanyak 5.984 orang.
- Personel di Kalimantan Tengah sebanyak 4.686 orang.
- Personel di Kalimantan Selatan sebanyak 3.557 orang.
- Titik panas dengan kepercayaan tinggi tercatat 1.323 pada 19 September 2026.
- Jumlah titik panas naik 777 poin dibandingkan hari sebelumnya.
- Pemantauan titik panas menggunakan citra satelit NASA Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20.
- Operasi pemadaman dilakukan melalui udara dan darat secara bersamaan.
- Lahan gambut yang sulit dijangkau menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.
- Tujuan operasi adalah memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan melindungi masyarakat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.