Krisis Energi Terburuk Hantam Eropa: BBM Tembus Rp40 Ribu per Liter, Musim Dingin Terancam Mencekam
Uni Eropa mengalami krisis energi paling parah dalam sejarah modern akibat penghentian pasokan gas Rusia, konflik di Timur Tengah yang melumpuhkan rute Selat Hormuz, serta krisis stok gas menjelang musim dingin. Krisis ini disebut Utusan Khusus Kremlin Kirill Dmitriev sebagai bencana buatan sendiri karena keengganan pemimpin UE mengevaluasi kebijakan moneter dan sanksi energi mereka. Dampaknya sudah terasa langsung di mana 15% SPBU di Prancis mengalami kelangkaan pasokan BBM dan harga bahan bakar di Jerman menyentuh rekor tertinggi dengan bensin Super E10 mencapai sekitar Rp39.000 hingga Rp46.000 per liter.
Poin-Poin Utama
- Uni Eropa diterpa krisis energi paling parah dalam sejarah modern.
- Penghentian pasokan gas Rusia menjadi salah satu penyebab utama krisis.
- Konflik militer di Timur Tengah melumpuhkan rute Selat Hormuz.
- Krisis stok gas menjelang musim dingin memperparah situasi energi Eropa.
- Harga BBM dan energi melonjak di seluruh kawasan Eropa.
- Utusan Khusus Kremlin Kirill Dmitriev menyebut krisis ini bencana buatan sendiri.
- Para pemimpin Uni Eropa tidak mau mengevaluasi kebijakan moneter dan sanksi energi mereka.
- Eropa menyadari dirinya menghadapi krisis energi terburuk dalam sejarah.
- Lima belas persen SPBU di Prancis mengalami kelangkaan pasokan pada setidaknya satu jenis BBM.
- Jerman mencatat harga bahan bakar tertinggi dalam sejarah.
- Harga Bensin Super E10 di Jerman mencapai 2,3 euro per liter.
- Harga Bensin Super E10 setara dengan Rp39.000 hingga Rp46.000 per liter.
- Harga solar Diesel rata-rata melonjak ke 2,45 euro per liter.
- Harga solar Diesel setara dengan Rp42.000 hingga Rp50.000 per liter.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.