Harga Beras Naik di Tengah Surplus, Benarkah Ulah Mafia?
Mentan Andi Amran Sulaiman menyinggung adanya peran mafia di balik kenaikan harga beras yang terjadi di tengah kondisi stok melimpah, berdasarkan data BPS yang menunjukkan harga beras nasional pada pekan ketiga September berada di atas Harga Acuan Pemerintah. Amran mencontohkan adanya beras yang dibeli dengan harga Rp13.000 namun dijual hingga Rp57.000 per kg dan menyebutkan praktik tersebut merugikan masyarakat hingga Rp90 triliun.
Poin-Poin Utama
- Harga beras nasional pada pekan ketiga September berada di atas Harga Eceran Tertinggi.
- Harga Acuan Pemerintah menetapkan batas harga tertentu untuk beras.
- Stok beras di Indonesia dinilai melimpah.
- Mentan Andi Amran Sulaiman menduga mafia berperan dalam kenaikan harga beras.
- Praktik dugaan mafia merugikan masyarakat hingga Rp90 triliun.
- Beras dibeli dengan harga Rp13.000 per kg.
- Beras dijual hingga Rp57.000 per kg.
- Selisih harga beli dan jual mencapai Rp44.000 per kg.
- Mentan menilai praktik tersebut sebagai penipuan terhadap hak rakyat.
- Kenaikan harga terjadi meskipun stok beras melimpah.
- Mentan menyuarakan hal ini dalam konferensi pers di Jakarta pada Senin 21 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.