Viral Pelecehan Modus Konten Boneka di Surabaya, Polisi Turun Tangan
Polrestabes Surabaya menyelidiki dugaan pelecehan seksual berkedok pembuatan konten video boneka yang menargetkan perempuan di kawasan Jalan Tunjungan, setelah korban AS membagikan pengalamannya di media sosial dan ternyata banyak korban lain mengalami hal serupa. Pemilik akun @takimofficial08 akhirnya meminta maaf dan berkomitmen tidak mengulang konsep konten tersebut, namun AS memilih tidak menghapus postingannya sebagai bentuk pengawasan dan peringatan bagi perempuan lain.
Poin-Poin Utama
- Polrestabes Surabaya menyelidiki dugaan pelecehan seksual berkedok pembuatan konten video boneka.
- Kasus terjadi di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya.
- Korban berinisial AS menceritakan pengalaman tidak menyenangkan di media sosial Threads.
- Peristiwa terjadi pada 5 Agustus 2026 sekitar tengah malam.
- Dua pria menghampiri korban dan mengajak mereka membuat konten video singkat.
- Pelaku menawarkan durasi perekaman selama 20 detik dengan berdalih give away boneka.
- Korban diminta memegang ekor boneka selama proses perekaman berlangsung.
- AS memposting pengalaman tersebut setelah merasa tidak nyaman.
- Banyak korban lain kemudian mengaku mengalami perlakuan serupa.
- AKP Melatisari mengonfirmasi kepolisian sedang mendalami kasus tersebut.
- Kreator konten @takimofficial08 mengirimkan permohonan maaf langsung kepada AS.
- AS memaafkan pelaku secara personal.
- AS belum menghapus postingan viralnya untuk memastikan pelaku tidak mengulangi perbuatan.
- Polisi meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku mencurigakan di ruang publik.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.