Banjir Bandang Terjang Solok, BMKG Pastikan Sudah Ada Peringatan Dini
Banjir bandang menerjang wilayah Solok, Sumatera Barat pada Senin (21/9/2026) malam, menyebabkan akses jalan utama antara Kota Padang dan Kabupaten Solok terputus serta merusak sejumlah kantor di kompleks Pemda Solok. BMKG menyatakan telah mengeluarkan peringatan dini cuaca secara berkala hingga skala jam-jaman sebelum kejadian, dengan curah hujan setinggi 94 milimeter per hari yang tercatat sebagai pemicu utama banjir bandang tersebut. BMKG meminta masyarakat tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca terkini karena potensi cuaca ekstrem di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya diprediksi masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan.
Poin-Poin Utama
- Banjir bandang menerjang wilayah Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam 21 September 2026.
- BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca secara berkala sebelum kejadian banjir bandang.
- Peringatan dini BMKG disampaikan dalam skala 7 harian, 3 harian, hingga per jam.
- Curah hujan di wilayah Solok tercatat sebesar 94 milimeter per hari.
- Kondisi tersebut termasuk kategori hujan lebat menurut catatan BMKG.
- BMKG menyatakan potensi cuaca ekstrem di Sumatera Barat belum berakhir.
- Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap perlu diwaspadai.
- Sejumlah wilayah di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua juga masuk daftar pantauan BMKG.
- Saat ini Indonesia menghadapi dua kondisi iklim sekaligus, kekeringan dan hujan tinggi.
- BMKG meminta masyarakat memantau informasi cuaca secara real-time.
- Banjir bandang terjadi pada Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB.
- Akses jalan utama yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok terputus total.
- Sejumlah kantor di kompleks Pemda Solok rusak akibat banjir bandang.
- Peralatan kantor di kompleks Pemda Solok turut hanyut terbawa banjir.
- Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menyampaikan informasi dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, 22 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.