Beranda Rabu, 23 September 2026

!online

Tekno Netral

El Nino Sangat Kuat, Mengancam Ketahanan Pangan dan Kesehatan

Rabu, 23 September 2026, 08:06 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

PBB melalui WHO dan WMO memperingatkan El Nino yang terbentuk dengan kuat dan terus menguat, diperkirakan mencapai puncak pada akhir 2026 dengan dampak yang dapat berlanjut hingga 2027. Fenomena iklim ini meningkatkan risiko kesehatan secara signifikan, meliputi penyebaran penyakit seperti kolera dan malaria akibat banjir, serta memperburuk kerawanan pangan dan malnutrisi bagi lebih dari 150 juta orang secara global. El Nino yang terjadi di tengah rekor suhu bumi akibat pemanasan global berpotensi meningkatkan kekeringan, banjir, dan panas ekstrem di berbagai kawasan dengan dampak yang berbeda menurut wilayah dan musim.

Poin-Poin Utama

  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan El Nino sebagai ancaman signifikan bagi kesehatan global.
  • Peringatan tersebut disampaikan WHO dan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 22 September 2026.
  • El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir tahun 2026 dengan dampak yang dapat berlanjut hingga 2027.
  • Perubahan suhu dan curah hujan akibat El Nino dapat meningkatkan risiko penyakit yang ditularkan nyamuk.
  • Penyakit yang berpotensi meningkat meliputi malaria, demam berdarah dengue, chikungunya, demam kuning, dan Zika.
  • Hujan lebat dan banjir dapat mencemari sumber air serta memicu penyebaran penyakit kolera.
  • Lebih dari 150 juta orang saat ini menghadapi kerawanan pangan akut secara global.
  • Risiko malnutrisi dan kolera berada pada kategori sangat tinggi dalam kondisi terdampak kekeringan maupun banjir.
  • Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan El Nino telah terbentuk dengan kuat dan terus menguat.
  • Prakiraan WMO menunjukkan peluang hampir 100 persen bahwa El Nino akan bertahan hingga Februari 2027.
  • El Nino kali ini terjadi bersamaan dengan suhu bumi yang sudah mencapai rekor akibat pemanasan global.
  • Dampak El Nino berbeda menurut wilayah, musim, serta interaksinya dengan faktor iklim lainnya.
  • Musim panas di Belahan Bumi Selatan, termasuk Afrika bagian selatan, Amerika Selatan, dan Australia, dimulai awal 2027.
  • Kombinasi kondisi musiman dan El Nino dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran, asap, serta polusi udara.
  • WHO menerbitkan analisis situasi kesehatan global terkait El Nino 2026 untuk mendukung kesiapsiagaan di tingkat negara.
Tagar Terkait
#bmkg#kesehatan#el nino#ketahanan pangan#perubahan iklim#who#wmo#musim hujan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya