Airlangga pastikan harga BBM tidak naik hingga akhir 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026, meskipun terdapat ketidakpastian global akibat perang di Selat Hormuz dan perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung. Pemerintah yakin dapat meredam dampak kenaikan harga minyak melalui bantalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, dengan harga pembelian pemerintah untuk BBM nonsubsidi berada di kisaran 90 dolar AS per barel selama harga minyak di bawah 100 dolar AS per barel. Pemerintah juga menyatakan akan terus menyiapkan stok BBM bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Poin-Poin Utama
- Harga bahan bakar minyak bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026.
- Ketidakpastian global terjadi akibat perang di Selat Hormuz dan perang Rusia-Ukraina.
- Indonesia meredam dampak ketidakpastian global melalui bantalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
- Perang di Selat Hormuz sudah berlangsung enam bulan tanpa tanda-tanda penyelesaian.
- Harga minyak internasional berada di bawah 100 dolar AS per barel.
- Harga beli pemerintah untuk bahan bakar nonsubsidi sekitar 90 dolar AS per barel.
- Harga bahan bakar bersubsidi masih dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
- Tidak ada perubahan kenaikan harga bahan bakar bersubsidi hingga akhir 2026.
- Transmisi kenaikan harga minyak dapat diredam oleh bantalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
- Perubahan harga minyak terus dimonitor oleh pemerintah.
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pemerintah terus menyiapkan stok bahan bakar bersubsidi.
- Stok bahan bakar bersubsidi disiapkan pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
- Airlangga menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Antena Business Forum di Jakarta.
- Harga minyak di bawah 100 dolar AS per barel memungkinkan harga bahan bakar bersubsidi tetap stabil.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.