Pemerintah Mulai Revitalisasi Keraton Surakarta, Kucurkan Anggaran Rp 150 Miliar
Pemerintah memulai proyek revitalisasi Keraton Surakarta dengan anggaran Rp 150 miliar untuk memugar 13 titik di kompleks keraton yang bertujuan melestarikan warisan budaya dan membuka peluang pemanfaatan untuk wisata serta edukasi. Revitalisasi ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga cagar budaya peringkat nasional yang telah berdiri selama 281 tahun. Setelah selesai, diharapkan Keraton Surakarta dapat menjadi destinasi wisata utama dan ruang edukasi tentang seni, tradisi, serta budaya Jawa.
Poin-Poin Utama
- Sebanyak 13 titik di kompleks Keraton Surakarta bakal dipugar.
- Revitalisasi dibiayai anggaran Rp 150 miliar dari APBN.
- Seremoni pencanangan dilakukan pada 23 September 2026.
- Hadir dalam seremoni tersebut Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
- Dualisme raja terjadi setelah Susuhunan PB XIII wafat pada November 2025.
- Dua putra PB XIII menobatkan diri sebagai Susuhunan PB XIV, yakni Hangabehi dan Purbaya.
- Keraton Surakarta ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026.
- Keraton Surakarta telah berdiri sejak 281 tahun lalu.
- Revitalisasi menjadi wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap pelestarian warisan budaya.
- Tahun 2026 pemerintah merevitalisasi sekitar 200 situs budaya.
- Pekerjaan meliputi penanganan fisik bangunan, konservasi koleksi museum, dan penataan ruang pamer.
- Sebanyak 13 titik tersebut antara lain mencakup Pagelaran, Siti Hinggil, Museum Keraton, dan Bangsal Pradonggo.
- Target penyelesaian revitalization adalah akhir tahun 2026.
- Fadli Zon menegaskan pelestarian budaya bukan beban biaya melainkan investasi.
- Keraton Surakarta terakhir kali direvitalisasi sekitar 40 tahun lalu pada dekade 1980-an.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.