Tren Simpan Frozen Food Meningkat, Freezer Dituntut Tahan Saat Listrik Padam
18°C menjadi standar penting untuk menjaga kualitas pangan. Aqua Elektronik Indonesia merespons kebutuhan tersebut dengan memperkenalkan chest freezer AQF-150HC yang dilengkapi sistem insulasi ekstra tebal mampu mempertahankan suhu dingin hingga 100 jam saat listrik padam, serta berbagai fitur seperti enam pilihan fungsi pendinginan dan sistem antibakteri.
Poin-Poin Utama
- Penyimpanan makanan beku dalam jumlah besar semakin lazim dilakukan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.
- Suhu sekitar minus 18 derajat Celsius menjadi kondisi penting untuk menjaga mutu pangan beku.
- Suhu tersebut memperlambat perkembangan mikroorganisme dan menekan proses enzimatis yang merusak makanan.
- Pemadaman listrik dapat membuat suhu dalam freezer berangsur naik sehingga mutu makanan berpotensi terdampak.
- Aqua Elektronik Indonesia memperkenalkan chest freezer AQF-150HC berkapasitas bersih 142 liter.
- Perangkat tersebut dilengkapi sistem mempertahankan suhu dingin lebih lama saat listrik terputus.
- Perubahan kebiasaan konsumen mendorong pergeseran kebutuhan terhadap freezer sebagai penunjang pengelolaan stok.
- Fitur Up to 100 Hours Cooling Retention menggunakan lapisan insulasi High Density Foaming ekstra tebal.
- Sistem tersebut diklaim menjaga kondisi dingin hingga 100 jam apabila pintu freezer tetap tertutup.
- Fitur 6 in 1 Convertible Freezer menyediakan enam pilihan fungsi pendinginan sesuai kebutuhan pengguna.
- Fast Freeze Function dirancang mempercepat proses pembekuan untuk mempertahankan rasa, kesegaran, dan nutrisi.
- Sistem Double Effective Antibacterial pada bagian dalam freezer menghambat pertumbuhan mikroorganisme.
- AQF-150HC memiliki kebutuhan daya input sebesar 80 watt.
- Freezer burn terjadi ketika permukaan makanan mengalami kehilangan air selama penyimpanan beku.
- Daging mentah, unggas, dan makanan laut sebaiknya ditempatkan terpisah dari makanan olahan beku.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.