5 Program untuk Pulihkan Pendidikan Pascabencana Sumatera
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama Mendagri Tito Karnavian mengumumkan lima program pemulihan pendidikan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Program tersebut meliputi pembangunan kembali sekolah, pemenuhan sarana pembelajaran, bantuan pelatihan dan insentif guru, dukungan psikososial bagi peserta didik dan tenaga pendidik, serta persiapan tes kemampuan akademik kelas 12 pada Oktober mendatang. Sebagian besar sekolah telah dapat belajar di sekolah asal masing-masing.
Poin-Poin Utama
- Mendikdasmen Abdul Mu'ti mengungkap program pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
- Lima program pemulihan di bidang pendidikan telah diselenggarakan.
- Program pertama adalah pembangunan kembali sekolah yang mengalami kerusakan ringan, rusak berat, atau rusak total.
- Program kedua adalah pemenuhan sarana dan prasarana pembelajaran berupa meja, kursi, laboratorium, dan buku pelajaran.
- Program ketiga berupa bantuan pelatihan dan insentif bagi guru serta tenaga kependidikan terdampak.
- Pelatihan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana diberikan kepada guru.
- Guru mendapat pelatihan psikososial untuk membimbing dan memberi konseling kepada murid terdampak.
- Program keempat adalah bantuan bagi satuan pendidikan untuk kegiatan dukungan belajar dan konseling.
- Organisasi mitra dilibatkan dalam pendampingan psikososial bagi murid, orang tua, dan guru terdampak.
- Program kelima berfokus pada terlaksananya kegiatan pembelajaran, khususnya bagi kelas 12.
- Tes kemampuan akademik kelas 12 dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
- Pendataan murid SMA dan setara telah dilakukan untuk memastikan mereka dapat mengikuti tes.
- Sebagian besar sekolah telah memulai pembelajaran di sekolah asal.
- Beberapa sekolah masih menumpang di sekolah lain akibat kerusakan.
- Rapat koordinasi berlangsung di Posko Satuan Tugas PRR, Jakarta, pada 23 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.