Banjir Impor Masih Jadi Masalah, Pemerintah Amankan Pasar Domestik
Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada triwulan II-2026, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen, namun masih menghadapi tekanan dari banjir impor murah, kenaikan biaya energi dan logistik, serta daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Sektor manufaktur menyerap 19,99 juta tenaga kerja, menyumbang 82,18 persen ekspor nasional sepanjang Januari-Juli 2026 dengan nilai 137,26 miliar dolar AS, dan menyerap 38,98 persen realising investasi triwulan II-2026. Pemerintah menyiapkan kebijakan perlindungan pasar domestik melalui penguatan TKDN, SNI wajib, serta keberlanjutan harga gas bumi tertentu, namun ditekankan bahwa perlindungan harus berjalan bersamaan dengan peningkatan daya saing industri agar tidak melahirkan industri yang tidak mandiri.
Poin-Poin Utama
- Industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen pada triwulan II-2026.
- Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat 5,29 persen pada triwulan II-2026.
- Sektor industri pengolahan menyerap 19,99 juta tenaga kerja pada triwulan II-2026.
- Industri pengolahan menyumbang 82,18 persen dari ekspor nasional sepanjang Januari-Juli 2026.
- Nilai ekspor industri pengolahan mencapai 137,26 miliar dolar AS pada periode Januari-Juli 2026.
- Industri pengolahan menyerap 38,98 persen realise investasi nasional pada triwulan II-2026.
- Nilai investasi realise industri pengolahan sebesar Rp 199,48 triliun pada triwulan II-2026.
- Empat belas dari lima belas subsektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan positif.
- Industri furnitur, kulit, alas kaki, makanan minuman, tekstil, dan pakaian jadi mencatat pertumbuhan tertinggi.
- Industri makanan dan minuman tumbuh lebih dari 6 persen.
- Industri karet, barang dari karet, dan plastik terkontraksi 7 persen.
- Jumlah penduduk Indonesia sebesar 287,2 juta jiwa.
- Konsumsi rumah tangga Indonesia mencapai Rp 12.834,8 triliun per tahun.
- Sebanyak 78,39 persen produk manufaktur nasional diserap oleh pasar domestik.
- Pemerintah memperjuangkan keberlanjutan harga gas bumi tertentu bagi industri tertentu.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.