Reformasi untuk Jaga Relevansi PBB
Sidang Majelis Umum PBB yang diadakan setiap September tidak mengubah situasi dunia, karena perang dan konflik bersenjata terus berkecamuk di berbagai kawasan. Dewan Keamanan PBB yang memiliki lima anggota tetap dengan hak veto menjadi penghalang utama organisasi tersebut dalam menjalankan misi perdamaian dan keamanan dunia. Reformasi Dewan Keamanan PBB, termasuk penghapusan hak veto, diperlukan untuk memulihkan kepercayaan terhadap organisasi internasional ini.
Poin-Poin Utama
- Sidang Majelis Umum PBB diselenggarakan setiap September di Markas Besar PBB, New York.
- Perang dan konflik bersenjata terus berkecamuk di berbagai kawasan meliputi Ukraina-Rusia, Jalur Gaza, Iran, Sudan, Kongo, dan Myanmar.
- PBB dibentuk pada tahun 1945 dengan tujuan utama menjaga perdamaian dan keamanan internasional.
- PBB tidak kunjung mewujudkan tujuan menjaga perdamaian meski telah lebih dari delapan dasawarsa berdiri.
- Dewan Keamanan PBB beranggotakan lima negara pemilik hak veto dan sepuluh negara anggota tidak tetap.
- Lima negara pemilik hak veto DK PBB adalah Amerika Serikat, China, Inggris, Perancis, dan Rusia.
- Kekuatan veto lima negara anggota tetap menjadi penghalang DK PBB dalam menjalankan misi perdamaian dunia.
- Amerika Serikat selalu merintangi penyelesaian isu Palestina melalui hak veto.
- Rusia menggunakan hak veto untuk menghalangi resolusi terkait perang di Ukraina.
- China menggunakan hak veto terkait isu yang menyangkut Myanmar.
- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan PBB tidak mampu lagi memenuhi mandat menjaga perdamaian dunia.
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan reformasi DK PBB dalam pidatonya.
- Seruan reformasi DK PBB meliputi penghapusan hak veto dan perbaikan keterwakilan negara.
- Pengurangan dana kontribusi anggota, terutama oleh Amerika Serikat, berdampak pada kemampuan PBB melaksanakan misinya.
- Kehadiran blok-blok alternatif seperti G7 dan BRICS menguji relevansi PBB dalam percaturan internasional.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.