Internasional Netral
PM Lebanon Desak Iran Tak Jadikan Negaranya Arena Konflik Regional
masing. Salam juga menegaskan semua senjata harus berada di bawah kendali negara Lebanon sebagai bagian dari upaya memperkuat kewen
Poin-Poin Utama
- PM Lebanon Nawaf Salam bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB, New York, pada Kamis 24 September 2026.
- Salam menyampaikan Lebanon tidak ingin menjadi arena konflik regional di Timur Tengah.
- Lebanon menanggung dampak besar akibat konflik dari aspek keamanan, stabilitas, dan ekonomi.
- Kelompok Hezbollah yang didukung Iran terlibat konflik dengan Israel sehingga Lebanon terdampak.
- Lebanon menuduh Iran mencampuri urusan dalam negeri dan menggunakan Lebanon sebagai kartu tawar dengan Amerika Serikat.
- Salam menyerukan hubungan Lebanon dan Iran didasarkan pada prinsip saling menghormati kedaulatan dan kemerdekaan.
- Salam meminta Israel menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon dan menghentikan serangan.
- Salam menegaskan senjata harus berada di bawah kendali negara Lebanon.
- Hezbollah hingga kini masih memiliki persenjataan sendiri di Lebanon.
- Sekjen PBB Antonio Guterres menyambut langkah pemerintah Lebanon menuju monopoli negara atas senjata.
- Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan hubungan bilateral dengan Iran harus tanpa campur tangan urusan dalam negeri.
- Pertemuan Salam dan Pezeshkian berlangsung saat konflik di Timur Tengah masih meluas.
- Hubungan Beirut dan Teheran menghadapi sejumlah ketegangan menjelang pertemuan.
- Beirut memandang pertemuan tersebut sebagai upaya menata kembali hubungan dengan Teheran.
- Salam menyampaikan keinginan Lebanon membuka lembaran baru dalam hubungan kedua negara.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di DetikNewsHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.