Danantara dan Thales Jajaki Pengembangan Teknologi Strategis di Indonesia
kuantum. Thales yang telah beroperasi di Indonesia selama hampir 50 tahun menilai kerja sama tersebut sebagai kontribusi pada proyek-proyek ambisius yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan penguatan kapabilitas industri lokal. MoU tersebut merupakan kerangka awal, dan setiap investasi spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut serta perjanjian definitif yang disepakati kedua pihak.
Poin-Poin Utama
- Danantara Indonesia dan Thales menandatangani Nota Kesepahaman (MoU).
- Ruang lingkup kerja sama meliputi kecerdasan buatan, sistem pertahanan, teknologi digital, dan keamanan siber.
- Peluang investasi mencakup manufaktur teknologi pertahanan dan fasilitas pemeliharaan serta layanan.
- Kemitraan ini juga mencakup sistem keamanan bandara dan pengembangan pusat operasi keamanan siber.
- Pengembangan teknologi pasca-kuantum termasuk dalam peluang kerja sama.
- Thales Group telah beroperasi di Indonesia selama hampir 50 tahun.
- Ricardo Irwan Rei menjabat sebagai Managing Director Strategic Technology Initiatives, CTO Office, Danantara Indonesia.
- Guy Bonassi adalah Senior Vice-President Asia and Latin America Thales Group.
- MoU tersebut merupakan kerangka awal untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.
- Kerja sama membuka peluang kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara dalam ekosistem Danantara.
- Ricardo Irwan Rei menyatakan investasi pada teknologi maju dan infrastruktur kritikal dapat mendukung pengembangan industri dalam negeri.
- Thales akan bekerja sama dengan Danantara Indonesia dalam pengembangan kecerdasan buatan dan pertahanan.
- Guy Bonassi menyatakan Thales antusias bekerja sama dengan Danantara di sektor strategis.
- Investasi yang lebih spesifik akan melalui evaluasi lebih lanjut dan perjanjian definitif.
- Thales memiliki teknologi di bidang pertahanan, kedirgantaraan, keamanan siber, dan solusi digital.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.