Senjata Mematikan Beredar di Kalangan Pelajar
beli senjata tajam di kalangan pelajar dilakukan dengan mudah melalui media sosial dan lokapasar, di mana penjual menggunakan akun Instagram yang mengklaim celurit hanya untuk koleksi seni. Transaksi disembunyikan dengan membayar melalui gerai transfer dana dan mengirimkan barang ke alamat yang sulit dilacak, seperti rumah alumni di lingkungan dengan pengawasan longgar. Kasus ini menunjukkan senjata berukuran besar, seperti celurit arek kelor sepanjang 1,5 meter, digunakan dalam tawuran antargeng pelajar.
Poin-Poin Utama
- Jual-beli senjata tajam di kalangan pelajar dimudahkan oleh media sosial dan lokapasar.
- Anggota geng pelajar mampu membuat senjata sendiri menggunakan bahan logam.
- Anam (19) menunjukkan dua bilah celurit berukuran 1,5 meter di Jakarta Utara.
- Berat celurit tersebut sekitar 5 kilogram.
- Senjata tajam untuk tawuran antargeng dikenal dengan sebutan BR.
- Celurit arek kelor bagian paling mematikan ada di ujung dan sisi lengkung dalamnya.
- Pirlo (18) mengakui pernah melukai lawan menggunakan BR tapi tidak sampai parah.
- Pembelian celurit dilakukan melalui media sosial seperti Instagram.
- Celurit ukuran 1,5 meter dijual dengan harga sekitar Rp300.000.
- Pembayaran dilakukan lewat gerai transfer dana agar transaksi tidak terlacak.
- Alamat pengiriman menggunakan rumah alumni yang pengawasannya longgar.
- Akun SSC yang berbasis di Jawa Timur menjual celurit dengan dalih koleksi seni.
- Admin SSC mengunggah ulang cerita Instagram yang menampilkan perkelahian massal.
- SSC memberikan iming-iming celurit gratis untuk konten kekerasan yang bagus.
- Proses pembelian celurit meliputi konsultasi, uang muka, pembuatan, pelunasan, pengemasan, dan pengiriman.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.