Tips Memilih Popok Bayi untuk Cegah Iritasi Kulit menurut Ahli
Kulit bayi lebih tipis dan sensitif sehingga pemilihan popok yang tepat sangat penting untuk mencegah iritasi. Dokter spesialis menganjurkan penggunaan popok dengan daya serap tinggi dan teruji klinis, serta mengganti popok secara rutin setiap 4 jam atau segera setelah penuh. Studi dari Perdoski menunjukkan bahwa popok berdaya serap tinggi mampu mempertahankan kondisi kulit bayi dengan lebih baik sehingga risiko iritasi dapat ditekan.
Poin-Poin Utama
- Kulit bayi lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa.
- Popok bersentuhan langsung dengan kulit bayi dalam waktu yang lama.
- Dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika subspesialis dermatologi anak, dr. Triana Agustin, SpDVE, SubSp DA, memberikan tips pemilihan popok.
- Peresmian toko popok bayi berlangsung di Jakarta pada Senin, 30 September.
- Popok menempel pada kulit bayi hampir selama 24 jam.
- Kondisi lembap dan gesekan terus-menerus antara kulit dan popok meningkatkan risiko iritasi secara signifikan.
- Area yang tertutup popok harus selalu dalam kondisi kering dan nyaman.
- Popok perlu diganti secara rutin setiap 4 jam sekali.
- Popok harus segera diganti jika penuh atau setelah bayi buang air besar.
- Kriteria popok yang baik adalah memiliki daya serap tinggi dan telah teruji secara klinis.
- Studi Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika Indonesia membandingkan popok berdaya serap tinggi dengan popok standar.
- Popok berdaya serap tinggi mampu mempertahankan kondisi kulit bayi dengan lebih baik sehingga risiko iritasi lebih rendah.
- Di Jepang, orangtua cenderung langsung mengganti popok setelah bayi buang air kecil.
- Pemilihan popok yang tepat mendukung tumbuh kembang optimal si kecil.
- Dokter Triana berpraktik di RS Pondok Indah - Pondok Indah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.