Gulfstream G100 Hilang di Atlantik, Ada Misteri Segitiga Bermuda?
Pesawat ambulans udara Gulfstream G100 yang membawa enam orang hilang saat terbang dari Bermuda menuju Boston setelah sempat turun beberapa ribu kaki dari ketinggian 24.000 kaki. US Coast Guard mengerahkan pesawat, helikopter, dan dua kapal untuk mencari pesawat di perairan lepas pantai Nantucket, dengan para pakar penerbangan menduga adanya masalah serius sebelum kontak terputus. Meski lokasi hilangnya pesawat berada jauh di utara kawasan Segitiga Bermuda yang selama ini dikaitkan dengan berbagai peristiwa misterius, penyebab kehilangan kontak masih belum diketahui dan pencarian masih berlangsung.
Poin-Poin Utama
- Pesawat Gulfstream G100 hilang saat terbang dari Bermuda menuju Boston, Amerika Serikat.
- Pesawat membawa enam orang yang terdiri dari dua pilot, dua tenaga medis, dan dua penumpang.
- Salah satu penumpang adalah pasien yang dijemput di Bermuda.
- Pesawat dioperasikan oleh Latitude Air Ambulance, perusahaan evakuasi medis berbasis di Ontario, Kanada.
- Nomor registrasi pesawat adalah C-GRJP.
- Pesawat berangkat dari Bandara Internasional L.F. Wade, Bermuda pada pukul 23.41 waktu setempat, Jumat (2/10).
- Pesawat terbang stabil pada ketinggian sekitar 24.000 kaki sebelum penurunan tiba-tiba.
- Pesawat mulai turun beberapa ribu kaki sekitar pukul 01.05 waktu setempat.
- FAA mengeluarkan peringatan setelah kehilangan kontak dengan pesawat sekitar pukul 01.20.
- US Coast Guard mengerahkan pesawat, helikopter, dan dua kapal untuk operasi pencarian.
- Pencarian dilakukan di perairan lepas pantai Nantucket.
- Lokasi pencarian berada jauh di utara kawasan yang dikenal sebagai Segitiga Bermuda.
- Brad Wheeler, mantan pilot komersial selama hampir 40 tahun, menilai penurunan tersebut mengindikasikan masalah serius.
- Mary Schiavo, pengacara penerbangan dan mantan inspektur jenderal Departemen Transportasi AS, menduga adanya gangguan sebelum penurunan.
- Penyebab hilangnya pesawat dan kondisi enam orang di dalamnya belum dapat ditentukan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.