Beranda Rabu, 7 Oktober 2026

!online

Peristiwa Netral

Gigit Jari gara-gara Eskalator Stasiun Duri

Selasa, 6 Oktober 2026, 23:04 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 8 kali
Ukuran:

Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mengalami gangguan pada Sabtu (3/10/2026) sehingga menyebabkan belasan pengguna terluka dan sampai hari Selasa (6/10) masih ditutup untuk diperbaiki. Gangguan tersebut menyebabkan pengguna KRL berdesakan dan mengeluhkan antrean panjang di Peron 5, terutama karena volume pengguna transit rata-rata mencapai 13 ribu lebih orang. KAI Commuter menyampaikan permintaan maaf, menambah personel untuk mengatur fluxo pengguna, serta menyiapkan alternatif tangga manual dan lift sambil mengupayakan perbaikan dan uji kelayakan eskalator agar dapat segera dioperasikan kembali.

Poin-Poin Utama

  • Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, mengalami gangguan mendadak pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
  • Gangguan eskalator menyebabkan sejumlah pengguna KRL terluka dan saling berdesakan.
  • Eskalator masih ditutup hingga Selasa, 6 Oktober 2026, karena proses perbaikan berlangsung.
  • VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
  • KAI Commuter mengutamakan pemenuhan aspek keamanan sebelum eskalator dioperasikan kembali.
  • Uji riksa oleh instansi terkait akan dilakukan sebelum eskalator beroperasi.
  • Pengguna prioritas dapat menggunakan lift untuk menuju dan dari peron arah lintas Tangerang.
  • Personel tambahan dikerahkan untuk membantu pengaturan aliran pengguna di Stasiun Duri.
  • Akses paralel berupa satu eskalator, tangga manual, dan lift tersedia untuk pengguna.
  • Volume pengguna transit di Stasiun Duri rata-rata mencapai 13.000 lebih pengguna.
  • Penumpang bernama Dave tiba di Stasiun Duri sekitar pukul 07.20 WIB dan mengalami antrean panjang.
  • Peron 5 Stasiun Duri terpantau lebih padat karena hanya satu eskalator yang dapat digunakan.
  • Penumpang yang transit ke arah Tangerang saat jam pulang kerja menggunakan tangga manual.
  • Pengguna KRL bernama Ibnu (30) mengaku harus mengatur ulang waktu perjalanan akibat antrean lebih panjang.
  • Ibnu menyarankan penambahan tangga atau eskalator di stasiun transit Duri untuk mengurangi kepadatan.
Tagar Terkait
#jakarta#transportasi#krl#eskalator#stasiun duri
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya