Presiden Iran: Perundingan Damai Hanya Bisa Sukses Tanpa Tekanan-Ancaman
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan perundingan damai hanya bisa berhasil jika bebas dari tekanan dan ancaman, mengingat negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan setelah nota kesepahaman (MoU) yang disepakati pada Juni kolaps akibat perselisihan mengenai kendali Selat Hormuz sebagai jalur perairan strategis untuk minyak dan gas global.Pezeshkian memperingatkan bahwa sanksi terhadap Iran berdampak pada perdagangan, konektivitas, energi, dan tatanan regional, sementara Amerika Serikat lebih mengutamakan tekanan ekonomi dan tidak melancarkan serangan terhadap Iran sejak 1 September.
Poin-Poin Utama
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan perundingan damai hanya bisa berhasil tanpa tekanan dan ancaman.
- Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan dalam negosiasi yang telah berlangsung selama tujuh bulan.
- Teheran dan Washington menyepakati nota kesepahaman pada Juni untuk menghentikan pertempuran.
- Nota kesepahaman kolaps akibat perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz.
- Selat Hormuz merupakan jalur perairan strategis untuk perdagangan minyak dan gas global.
- Negosiasi tidak langsung di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York gagal menghasilkan terobosan.
- Pezeshkian berpidato dalam pertemuan puncak CIS di Turkmenistan pada 9 Oktober.
- Pezeshkian memperingatkan bahwa sanksi terhadap Iran berdampak pada perdagangan, konektivitas, energi, dan tatanan regional.
- Pada 5 Oktober, Pezeshkian menyebut pembicaraan dengan AS untuk mengakhiri perang adalah sia-sia.
- AS tidak melancarkan serangan terhadap Iran sejak 1 September.
- Beberapa pekan terakhir, AS lebih mengutamakan tekanan ekonomi dibandingkan operasi militer.
- AS dan Israel berargumen perang diperlukan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
- Iran memblokade Selat Hormuz selama perang berkecamuk.
- Penutupan Selat Hormuz memicu guncangan di pasar energi global.
- AS menerapkan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.