Kisah Warga Kota Padang Terjebak Banjir Berjam-jam
jam akibat jebolnya tanggul darurat Sungai Air Dingin pada Sabtu (10/10/2026) setelah hujan lebat sejak pukul 12.00. Vincentia (22), salah satu warga yang sendirian saat banjir datang, berhasil menyelamatkan diri dengan menyeberangi tangga lipat ke rumah tetangga sebelum tim SAR gabungan melakukan evakuasi. Beberapa warga di kampung sekitar juga terdampak banjir yang disebut lebih parah dibandingkan banjir besar pada November 2025 yang menewaskan lima orang.
Poin-Poin Utama
- Banjir melanda Perumahan Luminpark Cluster, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.
- Vincentia (22), mahasiswa Jurusan Kimia Universitas Negeri Padang, terjebak sendirian di rumahnya saat banjir.
- Banjir terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sekitar pukul 14.00.
- Air banjir mencapai tinggi sekitar 3 meter, nyaris menyentuh kipas luar unit AC.
- Kedalaman banjir di dalam rumah Vincentia tercatat sekitar satu meter.
- Sirine sistem peringatan dini baru berbunyi lima menit setelah air datang.
- Banjir dipicu jebolnya tanggul darurat Sungai Air Dingin dekat kompleks perumahan.
- Hujan lebat turun di kawasan tersebut sejak pukul 12.00 pada hari kejadian.
- Banjir pada 10 Oktober 2026 dinilai lebih parah dibandingkan banjir besar pada 27 November 2025.
- Banjir besar November 2025 menewaskan lima orang di luar kompleks perumahan Luminpark.
- Nova Reslina (45) dan tiga putranya terjebak berjam-jam di Kampung Apa saat banjir datang.
- Tiga putra Nova berumur 4,5 tahun, 9 tahun, dan 12 tahun.
- Sedikitnya belasan rumah terdampak banjir di Kampung Apa, Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto.
- Vincentia berhasil menyelamatkan diri dengan menyeberangi tangga lipat ke rumah tetangga.
- Evakuasi warga dilakukan oleh tim SAR gabungan sebelum waktu magrib.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.