Beranda Selasa, 13 Oktober 2026

!online

Hukum Negatif

Polisi Vietnam Ringkus Sindikat Penculik Kucing

Selasa, 13 Oktober 2026, 08:06 WIB Sumber: Kompas Dibaca 8 kali
Ukuran:

Polisi Vietnam menangkap 12 orang yang menculik setidaknya 2.700 kucing untuk disantap. Pemimpin kelompok tersebut adalah Luu Thanh Binh (39) yang membeli kucing-kucing diculik dan menampungkannya di wilayah utara Kota Ho Chi Minh. Kelompok ini beroperasi pada pukul 23.00 hingga 04.00 dengan modus masuk ke daerah hunian warga, dan polisi telah mengembalikan 13 kucing kepada pemiliknya.

Poin-Poin Utama

  • Kepolisian Vietnam menangkap 12 orang anggota sindikat penculik kucing.
  • Sindikat tersebut dituding menculik setidaknya 2.700 kucing untuk dikonsumsi.
  • Pimpinan kelompok adalah Luu Thanh Binh berusia 39 tahun.
  • Kucing-kucing curian ditampung di wilayah utara Kota Ho Chi Minh.
  • Modus operandi sindikat adalah masuk ke daerah hunian warga antara pukul 23.00 hingga 04.00.
  • Dalam sekali beroperasi, sindikat mampu menculik empat hingga 10 kucing.
  • Konsumsi daging kucing umum dilakukan di wilayah utara Vietnam terutama oleh warga lansia.
  • Pada 2024, lebih dari 250.000 orang menandatangani petisi untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan kucing.
  • Kota Hoi An sepakat pada 2021 untuk mengakhiri perdagangan daging anjing dan kucing.
  • Pada 8 Juli 2026, kepolisian menangkap komplotan penculik kucing lain dan menyelamatkan 50 kucing.
  • Pada Juni 2026, kepolisian menangkap sindikat lain dan menyelamatkan 400 kucing.
  • Kelompok Luu termasuk sindikat dengan jumlah penculikan terbesar yang pernah tercatat.
  • Polisi telah mengembalikan 13 kucing kepada pemiliknya.
  • Anjing dan kucing dilindungi sebagai milik pribadi menurut peraturan Vietnam.
  • Penyidikan dapat dilakukan jika nilai barang pribadi yang dicuri mencapai 2 juta dong atau setara Rp1,5 juta.
Tagar Terkait
#vietnam#sindikat kriminal#perlindungan hewan#penculikan kucing#ho chi minh city#perdagangan daging kucing
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya