8.000 Kopdes Merah Putih Mulai Diisi Barang Subsidi Pekan Ini
Pemerintah menargetkan sekitar 8.000 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia mulai diisi barang kebutuhan pokok bersubsidi seperti pupuk, gula, minyak goreng, gas LPG, dan beras SPHP dalam pekan ini sebagai infrastruktur distribusi tepat sasaran. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,5 triliun untuk menyalurkan bantuan beras 10 kg per bulan kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat selama Oktober hingga Desember 2026, sekaligus mendistribusikan 1 juta ton beras SPHP untuk menekan gejolak harga akibat musim kemarau. Monitoring kesiapan operasional akan dilakukan pada 15 Oktober oleh kementerian, wakil menteri, TNI, hingga pemerintah daerah di lebih dari 100 titik.
Poin-Poin Utama
- Sekitar 8.000 Kopdes Merah Putih ditarget mulai diisi barang pekan ini.
- Zulkifli Hasan menyatakan Kopdes menjadi infrastruktur distribusi barang subsidi hingga ke desa.
- Komoditas yang tersedia meliputi pupuk subsidi, gula, minyak goreng, gas LPG, dan beras SPHP.
- Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp17,5 triliun untuk bantuan beras 10 kg per bulan.
- Bantuan beras menyasar 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat kategori desil 1 hingga 4.
- Penyaluran bantuan beras dijadwalkan periode Oktober hingga Desember 2026.
- Pemerintah akan mendistribusikan 1 juta ton beras SPHP ke 8.000 Kopdes.
- Distribusi beras SPHP dilakukan untuk meredam potensi kenaikan harga akibat musim kemarau.
- Monitoring kesiapan operasional dijadwalkan Kamis, 15 Oktober.
- Lebih dari 100 titik akan dikunjungi langsung oleh tim pusat pada saat monitoring.
- Pengawasan wilayah sulit dijangkau dilakukan oleh Pangdam, Gubernur, dan Bupati.
- Zulkifli meminta masyarakat bersabar jika beras belum tersedia di beberapa titik awal.
- Proses pengiriman beras sedang berlangsung secara masif ke berbagai daerah.
- Kopdes juga difungsikan sebagai titik penyaluran bantuan beras stimulus ekonomi kuartal IV 2026.
- Rapat koordinasi terbatas Kopdes/Kelurahan Merah Putih dilaksanakan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, pada 14 Oktober.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.