Hasil Panen Padi di Indramayu Meningkat 61,6 Persen
Hasil panen padi di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu, meningkat 61,6 persen setelah petani mendapat pendampingan melalui Program Jari Tangan PT Pertamina EP, dengan produktivitas GKP naik dari 6,56 ton menjadi 10,60 ton per hektare. Peningkatan tersebut dicapai melalui penggunaan agens hayati, pupuk organik, pestisida alami, serta penyediaan sumur air, irigasi, dan sarana pertanian lainnya yang menjangkau enam kelompok tani dan 60 petani. Program ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi sektor migas dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian petani di sekitar wilayah operasi.
Poin-Poin Utama
- Produktivitas GKP di Desa Jatisura, Indramayu, meningkat 61,6 persen.
- Produktivitas GKP naik dari 6,56 ton menjadi 10,60 ton per hektare.
- Produktivitas GKG meningkat 65,2 persen dari 5,64 ton menjadi 9,32 ton per hektare.
- Program Jari Tangan dilaksanakan oleh PT Pertamina EP Jatibarang Field bersama PT Pertamina Hulu Energi.
- Pendampingan meliputi penggunaan agens hayati, pupuk organik, dan pestisida alami.
- Program membangun lima titik sumur air dalam di Desa Jatisura.
- Saluran irigasi dan jalan usaha tani diperbaiki melalui Program Jari Tangan.
- Sarana produksi pertanian yang disediakan berupa benih padi, traktor, dan sprayer elektrik.
- Rumah burung hantu dibangun sebagai bagian dari pengendalian hama secara hayati.
- Enam kelompok tani di Desa Jatisura terlibat dalam Program Jari Tangan.
- Sebanyak 60 petani telah mengikuti pelatihan perbanyakan agens hayati dan pembuatan pestisida nabati.
- Program melibatkan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Indramayu serta Universitas Padjadjaran.
- Petani tetap dapat berproduksi saat musim kemarau berkat penyediaan sumur air dalam.
- Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional di Jawa Barat.
- SKK Migas menilai program pendampingan pertanian dapat menjadi model kolaborasi sektor hulu migas.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.