Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kronologi Warta Kesehatan

Dokter: Waspadai Dampak Abu Vulkanik Meski Erupsi Telah Usai

Dokter Spesialis Penyakit Dalam PAPDI, Sukamto Koesnoe, mengingatkan masyarakat agar tetap mewaspadai dampak abu vulkanik meski erupsi telah selesai, karena partikel halus PM10 dan PM2.5 yang tajam serta mengandung silika dapat terhirup dan mengganggu saluran pernapas, menyerang penderita penyakit paru kronik, serta berdampak pada mata, kulit, pencernaan, dan jantung selama abu masih menumpuk di lingkungan. Ia menekankan pentingnya penggunaan masker N95/KN95/FFP2 yang rapat, memperbarui vaksinasi influenza dan pneumokokus bagi pasien paru kronik serta lansia, serta segera ke fasilitas kesehatan bila muncul gejala sesak memberat, nyeri dada, atau gangguan mata. Pada pengguna lensa kontak, disarankan beralih sementara ke kacamata guna menghindari risiko lecet pada kornea.

Total Warta 2 Laporan
Rentang Waktu 1 Hari Perkembangan
Redaksi Media 2 Portal
Sentimen Dominan Negatif
Hari Ke-1

Selasa, 8 September 2026

2 warta
10:59 WIB Antara News Negatif

Dokter: Waspadai dampak abu vulkanik meski erupsi telah usai

  • PAPDI's Vice Chair Dr. Sukamto Koesnoe warns volcanic ash health risks persist for days to weeks after eruption ends.
  • Ash particles remain airborne via wind, vehicle traffic, and cleaning activities until cleared or washed away by rain.
  • Volcanic ash differs from regular dust: sharp, angular particles containing silica including fine PM10 and PM2.5.
11:45 WIB Media Indonesia Netral

Pakar Ungkap Bahaya Abu Vulkanik setelah Erupsi Selesai

  • Dr. Sukamto Koesnoe (PAPDI) warns volcanic ash health hazards persist days to weeks after eruptions.
  • Sharp angular ash particles contain silica and include PM10 and PM2.5 reaching lower airways and alveoli.
  • Respiratory effects: nasal irritation, dry cough, breathlessness, and acute exacerbations of asthma, COPD, chronic bronchitis, and allergic rhinitis.