Polisi Selidiki Penipuan Anak Pesepeda dengan Modus Tawaran Konten TikTok
anak komunitas sepeda di Kebon Melati, Tanah Abang. Pelaku menjanjikan imbalan Rp100 ribu, namun justru membawa kabur dua unit ponsel dan sempat menjemput salah satu anak sebelum menurunkan korban di Pasar Rumput, Manggarai. Penyidikan terkendala akses rekaman CCTV restoran berpassword, sehingga polisi juga berencana memeriksa CCTV MRT untuk menelusuri rute pelarian pelaku dan memeriksa keterangan para korban.
Poin-Poin Utama
- Polsek Metro Tanah Abang menyelidiki dugaan konten TikTok yang menyasar anak-anak komunitas sepeda.
- Pelaku menawarkan pekerjaan sampingan sebagai model iklan parfum melalui TikTok.
- Setiap anak dijanjikan imbalan Rp100 ribu untuk mengikuti pembuatan konten.
- Pelaku diduga membawa kabur dua unit telepon seluler milik korban.
- Salah satu anak sempat dibawa kendaraan pelaku sebelum diturunkan di Pasar Rumput, Manggarai.
- Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di restoran Jalan Plaju Nomor 5, Kebon Melati.
- Rekaman CCTV.
- Polisi menghubungi korban bernama Amar untuk membuat laporan resmi.
- Polisi rencana meminta keterangan korban bernama Kenzi di kediamannya.
- Polisi akan mengambil rekaman CCTV MRT untuk menelusuri rute pelarian pelaku.
- Polisi menyiapkan laporanA sebagai dasar penanganan.
- Identitas pelaku dan kronologi lengkap kejadian masih didalami polisi.
- Video viral menunjukkan rangkaian pesepeda di BNI City, Sudirman, Minggu (6/9) pagi.
- Dalam insiden viral itu, tiga unit telepon seluler diduga dirampas dengan modus serupa.
- Pelaku diduga memberikan kartu ATM palsu, tetapi usaha pengambilan uang gagal.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.