Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Negatif

Jangan Terfokus pada Jumlah Titik Panas dalam Penanganan Karhutla

Senin, 7 September 2026, 09:06 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Perbedaan jumlah titik panas yang dipublikasikan antarlembaga disebabkan oleh instrumen deteksi dan pengolahan data yang berbeda, namun perbedaan ini tidak seharusnya menjadi perdebatan karena semuanya menunjukkan potensi kebakaran yang sama. Data NASA, SiPongi+ Kementerian Kehutanan, dan Hotspot BRIN sama-sama menunjukkan bahwa Pulau Kalimantan menjadi pusat kebakaran hutan dan lahan pada Agustus 2026, dengan lonjakan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Langkah selanjutnya yang seharusnya dilakukan adalah menggunakan data tersebut sebagai dasar untuk mengecek dan menangani kebakaran, bukan memperdebatkan angkanya.

Poin-Poin Utama

  • Perbedaan instrumen deteksi membuat jumlah titik panas antarlembaga tidak sama.
  • NASA merilis sebaran titik panas di Indonesia pada Kamis (3/9/2026) tanpa menyebut jumlah total.
  • Agustus 2026 menjadikan Pulau Kalimantan pusat kebakaran hutan dan lahan.
  • Titik panas Agustus 2026 terkonsentrasi di barat, tengah, selatan, dan pesisir timur Kalimantan.
  • SiPongi+ mencatat 9.409 titik panas keyakinan tinggi pada Agustus 2026.
  • Jumlah Agustus 2026 naik 19 kali lipat dibanding Agustus 2025 yang tercatat 502 titik.
  • Agustus 2026 naik 19 kali lipat dibanding Agustus 2024 yang tercatat 483 titik.
  • Titik panas Agustus 2026 naik 12 kali lipat dibanding Juli 2026 yang tercatat 758 titik.
  • 1-5 September 2026 terdeteksi 2.894 titik panas keyakinan tinggi atau 31 persen dari total Agustus.
  • Hotspot BRIN mencatat 9.587 titik panas kepercayaan tinggi sepanjang Agustus 2026.
  • BRIN mencatat 2.109 titik panas kepercayaan tinggi pada 1-5 September 2026.
  • Pada 1-5 September, BRIN mencatat 67.557 titik panas keyakinan menengah dan 72.408 keyakinan rendah.
  • Data NASA bersumber dari sensor MODIS di satelit Aqua dan VIIRS di satelit NOAA-20.
  • Satelit Aqua diluncurkan 2002 dengan resolusi 1.000 m x 1.000 m.
  • Satelit NOAA-20 diluncurkan 2017 dengan resolusi 375 m x 375 m.
Tagar Terkait
#karhutla#kebakaran hutan#el nino#kalimantan#lahan gambut#brin#nasa#titik panas#sipongi+
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya