DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Dini Imbas Peningkatan Aktivitas Gunung Api
Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq meminta pemerintah memperkuat sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana dini menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik sejumlah gunung api, seperti Gunung Anak Krakatau, Semeru, Ibu, dan Ili Lewotolok. Ia menekankan pentingnya peringatan dini yang kuat, informasi cepat dan akurat melalui kanal resmi, koordinasi lintas sektor, serta antisipasi dampak erupsi terhadap kesehatan, transportasi, pertanian, dan ekonomi. Maman juga mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan resmi, mengurangi aktivitas luar rumah, dan melindungi sumber air serta makanan dari kontaminasi abu vulkanik.
Poin-Poin Utama
- DPR meminta pemerintah perkuat sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana imbas peningkatan aktivitas gunung api.
- Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB, Maman Imanul Haq, sampaikan permintaan tersebut di Jakarta pada Senin (7/9).
- Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Waspada.
- Kesiapsiagaan dini bertujuan tekan potensi korban jiwa dan kerusakan material akibat erupsi.
- Gunung Semeru termasuk gunung api yang menunjukkan aktivitas vulkanik.
- Gunung Ibu di Maluku Utara menunjukkan aktivitas vulkanik dan berada pada level kewaspadaan tertentu.
- Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur menunjukkan aktivitas vulkanik dan berada pada level kewaspadaan tertentu.
- Maman tegaskan mitigasi tidak boleh baru dilakukan ketika erupsi terjadi.
- Pemerintah diminta pastikan pemantauan aktivitas vulkanik, penyebaran informasi, kesiapan jalur evakuasi berjalan sejak awal.
- Perkembangan status dan potensi bahaya harus disampaikan secara cepat, sederhana, dan mudah dipahami melalui kanal resmi pemerintah.
- Koordinasi lintas sektor melibatkan BNPB, BPBD, TNI/Polri, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat.
- Dampak erupsi yang perlu diantisipasi mencakup keselamatan, kesehatan, transportasi, pertanian, ketersediaan air bersih, dan aktivitas ekonomi.
- Masyarakat diminta ikuti informasi resmi dari pemerintah, BNPB, BPBD, PVMBG, dan aparat setempat.
- Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi dan pintu serta jendela ditutup untuk kurangi masuknya abu.
- Masyarakat perlu lindungi sumber air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.