Lima Gejala Masalah Gigi yang Sering Diabaikan Padahal Berbahaya
pergi bisa menandakan infeksi serius yang jika tidak ditangani dapat merusak tulang, memicu penyakit kardiovaskular, diabetes, hingga gangguan neurodegeneratif. Para ahli menekankan bahwa pemeriksaan dini ke dokter gigi dapat mencegah kompensasi yang lebih kompleks dan biaya perawatan yang lebih mahal.
Poin-Poin Utama
- Artikel membahas lima gejala masalah gigi yang sering diabaikan namun berpotensi berbahaya.
- Steven Katz, mantan presiden American Association of Endodontists, menyatakan banyak pasien tidak menyadari masalah gigi karena kurang memperhatikan.
- Richard M. Lipari, dokter gigi kosmetik di New York, memperingatkan gejala gigi ringan bisa menandakan infeksi.
- Sakit gigi hilang timbul bisa menandakan pembusukan gigi akibat bakteri yang merusak email dan membentuk kavitas.
- Gigi yang tiba-tiba berhenti sakit bisa berarti saraf gigi mati dan infeksi justru memburuk serta mengikis tulang.
- Infeksi akar gigi memerlukan root canal, jauh lebih mahal dibanding tambalan biasa ratusan ribu hingga jutaan rupiah.
- Gusi bengkak atau berdarah merupakan tanda gingivitis atau radang gusi ringan.
- Pembengkakan gusi lebih dari dua minggu berisiko berkembang menjadi periodontitis.
- Penyakit gusi tidak diobati dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan gangguan neurodegeneratif.
- Gusi berdarah sangat terkait dengan diabetes karena kadar gula darah tinggi meningkatkan glukosa dalam air liur.
- Gigi goyang dengan gusi lunak atau bengkak menandakan penyakit gusi stadium lanjut yang merusak tulang penopang.
- Gigi goyang dalam kasus jarang bisa mengindikasikan tumor di mulut atau rahang.
- Pergeseran posisi gigi signifikan di luar perawatan ortodontik perlu diwaspadai.
- Bau mulut menetap harian bisa menandakan infeksi meski tanpa rasa sakit.
- Mulut kering (xerostomia) merupakan efek samping umum obat darah tinggi dan bisa menyebabkan bau mulut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.