Prabowo: Alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan
Presiden Prabowo Subianto menyatakan alokasi anggaran mitigasi bencana harus ditambah signifikan sebagai antisipasi tingginya risiko bencana di Indonesia yang terletak di Ring of Fire. Ia menginstruksikan Menteri Sekretaris Negara, Menteri Keuangan, dan Menteri PPN/Bappenas menyusun perencanaan mitigasi dengan menyediakan sumber daya lebih dari kebutuhan minimum, termasuk helikopter, pompa air, pemadam kebakaran, dan ekskavator kecil di tingkat desa. Prabowo juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana menyeluruh serta memanfaatkan kapal induk dari Italia dan teknologi modifikasi cuaca untuk penanganan karhutla.
Poin-Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto meminta alokasi anggaran mitigasi bencana ditambah signifikan.
- Pernyataan disampaikan saat membuka rapat terbatas penanganan bencana di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
- Indonesia berada di kawasan Ring of Fire dengan risiko bencana tinggi.
- Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi diminta koordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menyusun perencanaan mitigasi.
- Prinsip perencanaan menyediakan sumber daya lebih banyak dari kebutuhan minimum.
- Permintaan mencakup penambahan helikopter, pompa air, dan pemadam kebakaran.
- Ekskavator berukuran kecil diminta disiapkan di tingkat desa, terutama di wilayah rawan karhutla.
- Presiden menginstruksikan penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif.
- Master plan mencakup penguatan sarana pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
- Pemerintah merencanakan pemanfaatan kapal induk dari Italia untuk TNI Angkatan Laut.
- Kapal tersebut akan dimodifikasi mendukung operasi helikopter dan drone.
- Kapasitas kapal menampung hingga 10 helikopter kelas menengah.
- Setiap helikopter mampu mengangkut sekitar 4-5 ton air untuk pemadaman dari udara.
- Penggunaan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca akan ditingkatkan.
- BRIN diminta mengkaji bahan paling efektif untuk teknologi modifikasi cuaca.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.