Jake Lang, Perusuh 6 Januari yang Diampuni Trump, Merobek Al-Qur'an
Jake Lang, perusuh 6 Januari yang diampuni Presiden AS Donald Trump, merobek salinan Al-Qur'an saat berpidato di gereja ATLAH World Ministries milik Pastor James Manning di Harlem, New York. Dalam pidatonya, Lang menyebut Al-Qur'an sebagai buku yang diterjemahkan oleh setan dan menuntut umat Muslim keluar dari kotanya dengan kata-kata kasar serta hinaan rasial. Sebagian jemaat bersorak mendukung, namun kelompok hak-hak sipil mengecam aksi tersebut sebagai tindakan kebencian dan Islamofobia.
Poin-Poin Utama
- Jake Lang terlibat kerusuhan Gedung US Capitol pada 6 Januari 2021.
- Lang menerima pengampunan dari Presiden AS Donald Trump.
- Lang merobek salinan Al-Qur'an di gereja ATLAH World Ministries, Harlem, New York, pada Sabtu pekan lalu.
- Gereja tersebut milik Pastor James Manning.
- Lang menjalani hukuman penjara selama empat tahun sebelum pengampunan.
- Lang menyebut Al-Qur'an sebagai 'sebuah buku yang diterjemahkan oleh setan melalui seorang panglima perang'.
- Lang menuntut umat Muslim untuk keluar dari kotanya.
- Lang menggunakan kata-kata kasar dan hinaan rasial dalam pidatonya.
- Sebagian orang di gereja bersorak mendukung tindakannya.
- Kelompok hak-hak sipil dan pengkritik mengecam aksi tersebut sebagai tindakan kebencian dan Islamofobia.
- Lang dikenal sebagai tokoh sayap kanan yang Islamofobik.
- Aksi perobekan Al-Qur'an merupakan aksi anti-Islam terbarunya.
- Sumber pemberitaan dikutip dari Roya News pada Senin (7/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.