Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Negatif

Oper Kredit KPR, Cermin Tekanan Daya Beli

Senin, 7 September 2026, 17:02 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

Meningkatnya tawaran oper kredit KPR di pasar properti sekunder merefleksikan tekanan daya beli masyarakat di tengah harga rumah yang terus naik, di mana pemilik lama melepaskan cicilan karena perubahan kondisi keuangan (pekerjaan, kebutuhan dana, biaya hidup), sementara calon pembeli mendapat akses rumah dengan harga lebih kompetitif. Menurut Knight Frank Indonesia, fenomena ini memiliki dua wajah: indikasi terbatasnya kemampuan melanjutkan KPR sekaligus mekanisme baru di pasar rumah sekunder. Kesimpulannya, oper kredit menjadi jalan keluar bagi pemilik lama sekaligus penyesuaian alami pasar, bukan serta-merta tanda gagal bayar KPR massal.

Poin-Poin Utama

  • Tawaran rumah melalui skema oper kredit meningkat di pasar properti sekunder Indonesia.
  • Akun destriana_endah menawarkan oper kredit rumah dengan sisa tenor 13 tahun seharga Rp 40 juta nego.
  • Akun Wgustinalz menawarkan rumah siap huni yang sudah berjalan lima tahunan untuk oper kredit.
  • Knight Frank Indonesia menyatakan fenomena oper kredit merefleksikan dua kondisi pasar perumahan.
  • Oper kredit merupakan pengalihan hak dan kewajiban kredit dari debitor lama ke pihak baru.
  • Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menjelaskan mekanisme oper kredit kepada Kompas pada Senin (7/9/2026).
  • Penyebab oper kredit antara lain perubahan pekerjaan, kebutuhan dana, atau keinginan mengambil kredit dengan unit lebih besar.
  • Peningkatan tawaran oper kredit menunjukkan tekanan daya beli, bukan indikator langsung gagal bayar KPR.
  • Harga rumah yang terus meningkat membatasi kemampuan membeli masyarakat.
  • Perubahan penghasilan, kebutuhan keluarga, dan biaya hidup menjadi faktor tekanan keuangan debitor.
  • Oper kredit memberi ruang keuangan lebih longgar bagi pemilik lama.
  • Pembeli baru dapat memperoleh rumah dengan harga atau skema pembayaran lebih menarik melalui oper kredit.
  • Pengembangannya menunjukkan adanya penyesuaian mekanisme pada pasar rumah sekunder.
  • Kredit perumahan dapat menjadi beban ketika struktur pengeluaran tidak lagi sesuai perhitungan awal.
  • Syarifah menyebut kondisi keuangan masyarakat sedang challenging dengan keterbatasan melanjutkan KPR.
Tagar Terkait
#properti#kpr#perumahan#daya beli#kompas#oper kredit#take over
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya