Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Positif

Kisah Gasebu Kembangkan Usaha Gula Aren hingga Buka Peluang Ekspor

Senin, 7 September 2026, 23:57 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Susanti membangun usaha gula aren bernama Gasebu di Bungbulang, Garut sejak 2015, namun keterbatasan modal, promosi, dan pencatatan usaha membuat peluang ekspor tertunda. Titik balik datang saat ia bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar dengan pinjaman Rp 4 juta, lalu mendapat pendampingan kemasan, pemasaran digital, dan live shopping sehingga viral di TikTok. Setelah dikenal luas, eksportir Mahkota Bumi mengajukan sampel 30 ton untuk penjajakan ekspor.

Poin-Poin Utama

  • Susanti membangun usaha gula aren bernama Gasebu (Gula Semut Bungbulang) di kaki perbukitan Bungbulang, Garut, Jawa Barat.
  • Susanti mulai mengolah gula aren sejak tahun 2015.
  • Sebelum memiliki merek, produk Gasebu dijual tanpa identitas merek.
  • Tantangan utama Gasebu meliputi keterbatasan modal, minimnya akses promosi, dan pencatatan usaha yang masih sederhana.
  • Peluang ekspor sempat tertunda karena Gasebu belum memiliki sistem produksi dan pemasaran skala besar.
  • Titik balik usaha terjadi saat Susanti menjadi nasabah PNM Mekaar dengan pinjaman awal Rp 4 juta.
  • Modal pinjaman digunakan untuk membeli hasil produksi petani aren di sekitar Bungbulang.
  • Petani aren bergabung dalam kelompok usaha binaaan Susanti dengan sistem cicilan kolektif.
  • PNM memberikan pendampingan berupa pembuatan kemasan dan strategi pemasaran digital.
  • PNM mendorong Gasebu merambah penjualan daring dan live shopping.
  • Produk gula aren Bungbulang sempat viral di TikTok.
  • Eksportir Mahkota Bumi dari Cianjur mengajukan permintaan sampel untuk penjajakan ekspor sebanyak 30 ton.
  • Susanti menilai permintaan ekspor tersebut sebagai bukti dampak keterbukaan akses pasar bagi Gasebu.
Tagar Terkait
#umkm#ekspor#garut#gula aren#gasebu#gula semut bungbulang#pnm#pnm mekaar#bungbulang#pemberdayaan umkm
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya