Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Likuiditas Menyempit, Bunga Kredit Bisa Menanjak

Selasa, 8 September 2026, 06:19 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Pertumbuhan kredit perbankan industri tumbuh 13,5 persen secara tahunan menjadi Rp 9.135 triliun, melampaui pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11,21 persen atau Rp 10.336 triliun, sehingga menyempitkan ruang likuiditas. Bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi penopang utama dengan LDR menembus 90 persen, termasuk BTN (96,5 persen), Bank Mandiri (92,73 persen), dan BRI (91,3 persen). Kondisi ini membuat bank semakin sensitif terhadap penarikan deposito besar dan berpotensi mendorong kenaikan bunga kredit apabila pola tersebut berlanjut.

Poin-Poin Utama

  • Pertumbuhan kredit perbankan industri tumbuh 13,5 persen secara tahunan menjadi Rp 9.135 triliun.
  • Pertumbuhan kredit naik dari 11,5 persen pada Mei 2026 menjadi 12,6 persen pada Juni 2026.
  • Kredit investasi tumbuh 25,1 persen year-on-year.
  • Kredit korporasi tumbuh 22,1 persen year-on-year.
  • Dana pihak ketiga tumbuh 11,21 persen year-on-year menjadi Rp 10.336 triliun.
  • Deposito tumbuh 13,13 persen, giro 11,8 persen, tabungan 8,37 persen.
  • Rasio alat likuid/non-core deposit tercatat 102,4 persen, di atas batas minimum 50 persen.
  • Rasio AL/DPK tercatat 23,1 persen, di atas batas minimum 10 persen.
  • Kredit bank-bank Himbara tumbuh 16,95 persen year-on-year, tertinggi di industri.
  • LDR BTN mencapai 96,5 persen pada semester II-2026.
  • LDR Bank Mandiri mencapai 92,73 persen pada periode yang sama.
  • LDR BRI tercatat 91,3 persen.
  • LDR BNI tercatat 87,7 persen.
  • Selisih pertumbuhan kredit lebih tinggi dibanding DPK menandakan likuiditas menyempit.
  • Likuiditas menyempit berpotensi mendorong kenaikan bunga kredit.
Tagar Terkait
#ojk#himbara#perbankan#dpk#likuiditas#kredit#bunga kredit#ldr
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya