Tampil di Opera, Ular Pun Harus Ikut Audisi
persik, terpilih sebagai pemeran utama dengan cadangan Nala. Ziegfeld menilai pertunjukan opera dan pertunjukan karnaval pawang ular di Coney Island memiliki lebih banyak kesamaan daripada perbedaan, terutama karena keduanya sama-sama melibatkan ular.
Poin-Poin Utama
- Metropolitan Opera di New York mewajibkan semua peserta panggung mengikuti audisi, termasuk ular.
- Ular yang akan tampil dalam pementasan Cosi fan tutte karya Wolfgang Amadeus Mozart menjalani audisi.
- Penanggung jawab audisi ular adalah Zoe Ziegfeld, mantan penampil karnaval yang kini aktor opera.
- Ziegfeld berperan sebagai pawang ular dalam pementasan Cosi fan tutte di Metropolitan Opera.
- Così fan tutte merupakan karya Mozart tahun 1790.
- Audisi dilakukan dengan membiarkan ular melata, melilit tubuh, dan diangkat ke atas kepala.
- Ziegfeld menatap mata setiap ular untuk mengamati perilaku hewan.
- Pemenang audisi adalah ular boa constrictor bernama Princess berwarna kuning-persik.
- Seekor boa constrictor coklat bernama Nala disiapkan sebagai pemeran pengganti Princess.
- Ini ketiga kalinya Ziegfeld memerankan sosok penjinak ular di adaptasi Metropolitan Opera atas karya Mozart tersebut.
- Latar cerita diubah menjadi karnaval di Coney Island era 1950-an.
- Ziegfeld pernah menampilkan pertunjukan pawang ular delapan kali sehari di Coney Island.
- Kutipan berasal dari Associated Press, Minggu (6/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.