Pasar Estetika Medis Indonesia Tumbuh, Kebutuhan Dokter Meningkat
Pasar estetika medis Indonesia diproyeksikan tumbuh hampir dua kali lipat dari 234,11 juta dolar AS pada 2022 menjadi 450,23 juta dolar AS pada 2028, meningkatkan kebutuhan dokter berkompeten untuk prosedur seperti filler, botulinum toxin, laser, threadlift, dan microneedling. Jakarta Science Academy (JSA) menekankan pentingnya pengalaman praktik langsung melalui metode hands-on individual, dengan jaringan lebih dari 100 klinik mitra bagi alumninya. JSA juga telah meraih Akreditasi A dari Kementerian Kesehatan, dan calon peserta disarankan mempertimbangkan legalitas lembaga, rasio peserta-kasus, fasilitas, kompetensi pengajar, serta pendampingan pasca-pelatihan.
Poin-Poin Utama
- Pasar estetika medis Indonesia diproyeksikan tumbuh dari 234,11 juta dolar AS pada 2022 menjadi 450,23 juta dolar AS pada 2028.
- Prosedur estetika medis yang berkembang di Indonesia meliputi filler, botulinum toxin (BoNT), laser, threadlift, dan microneedling.
- Jakarta Science Academy (JSA) beroperasi sebagai lembaga pelatihan estetika medis sejak 2018.
- JSA memiliki jaringan lebih dari 100 klinik mitra untuk akses praktik alumninya.
- JSA menerapkan metode hands-on secara individual dengan pendampingan instruktur satu per satu.
- JSA telah memperoleh Akreditasi A dari Kementerian Kesehatan.
- Sertifikat akreditasi JSA tercantum dalam Nomor 543/H/A.I/3173L00296/V/2025.
- Sertifikat akreditasi diterbitkan berdasarkan keputusan tertanggal 5 Mei 2025 dan berlaku selama lima tahun.
- Praktisi JSA dr. Danu Mahandaru juga berperan sebagai pengajar di JSA.
- Data pertumbuhan pasar bersumber dari Indonesia Medical Aesthetics Market.
- Pertimbangan pemilihan pelatihan meliputi akreditasi resmi, rasio peserta dengan kasus, fasilitas praktik, kompetensi pengajar, dan pendampingan pascapelatihan.
- Pernyataan dr. Danu disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima pada Senin (7/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.