Heboh Fenomena Matahari Merah Pekat di Medan, Ini Penjelasan BMKG
Fenomena matahari merah pekat di Medan ramai di media sosial, namun BMKG memastikan peristiwa tersebut aman dan tidak perlu dikhawatirkan. BMKG Wilayah I menjelaskan bahwa warna kemerahan itu disebabkan partikel di atmosfer seperti aerosol, debu, dan asap yang menghamburkan cahaya biru sehingga cahaya merah atau jingga lebih dominan sampai ke mata, terutama saat matahari rendah di pagi atau sore hari. BMKG menduga fenomena itu berkaitan dengan kondisi haze atau kabut udara yang terpantau di Kota Medan dan sekitarnya.
Poin-Poin Utama
- Fenomena matahari merah pekat terjadi di Kota Medan dan menghebohkan warga.
- BMKG menjelaskan fenomena itu tidak perlu dikhawatirkan.
- BMKG Wilayah I menyatakan penyebabnya adalah partikel di atmosfer seperti aerosol, debu, dan asap.
- Partikel tersebut memengaruhi proses perambatan cahaya matahari.
- Cahaya biru lebih banyak dihamburkan sehingga cahaya yang sampai ke mata didominasi warna merah atau jingga.
- Efek ini semakin terlihat saat posisi matahari rendah, seperti pagi atau sore hari.
- BMKG menduga fenomena itu terjadi akibat keberadaan aerosol di atmosfer.
- Kondisi atmosfer Kota Medan dan sekitarnya terpantau mengalami haze atau udara kabur.
- Haze tersebut terjadi pada sore hingga malam hari.
- BMKG menegaskan fenomena itu merupakan efek optik atmosfer.
- Matahari tidak berubah warna, melainkan cahayanya mengalami hamburan dan penyaringan oleh atmosfer.
- Keterangan resmi BMKG disampaikan melalui Instagram BMKG Sumut.
- Laporan ini dikutip dari detikSumut pada Selasa, 8 September 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.