Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Kesehatan Netral

Waspada, Cuaca Panas Ekstrem Bisa Tingkatkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Selasa, 8 September 2026, 13:23 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Dokter spesialis jantung menyebut cuaca panas ekstrem meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke karena pembuluh darah melebar, dehidrasi, dan penurunan tekanan darah mengurangi aliran oksigen ke jantung serta otak. Paparan panas juga bisa memicu aritmia dan memperburuk penyakit kronis, terutama saat aktivitas fisik di luar ruangan. Polusi udara, khususnya PM2,5, memperparah risiko melalui peradangan, pembentukan trombus, dan iskemia pada sistem kardiovaskular serta pernapasan.

Poin-Poin Utama

  • dr Ade Imasanti Sapardan, SpJP, cardiologist, spoke at Yayasan Cerah webinar on Tuesday (8/9/2026).
  • Climate crisis raises public health risks beyond environmental impacts.
  • Extreme heat and air pollution add strain to heart, lungs, kidneys, and brain, especially in vulnerable groups.
  • Body responds to overheating through skin vasodilation to release heat via sweat.
  • Heart pumps blood faster during heat-induced vasodilation.
  • Heat raises dehydration risk.
  • Combined vasodilation and dehydration lower blood pressure, causing dizziness, loss of balance, fainting.
  • Dropped blood pressure can reduce oxygen flow to heart muscle, causing ischemia.
  • Heart ischemia risks progressing to heart attack.
  • Oxygen flow disruption to brain risks stroke.
  • Extreme heat can trigger cardiac arrhythmias or aritmia.
  • Extreme heat worsens pre-existing chronic diseases.
  • Outdoor physical activity increases these health risks.
  • PM2.5 fine particles penetrate deep into lungs and trigger inflammation.
  • Air pollution acts as silent cardiovascular stressor, causing inflammation, thrombus formation, ischemia; worsens asthma, infections, COPD.
Tagar Terkait
#kesehatan#polusi udara#krisis iklim#panas ekstrem#serangan jantung#stroke
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya