Membaca Gestur AHY Soal Pidato Tentang Kekuasaan
AHY menyebut bahwa kekuasaan merupakan amanah rakyat yang bersifat sementara dalam pidato peringatan 25 Tahun Partai Demokrat, sekaligus belajar dari pergantian pemerintahan SBY secara damai dan demokratis. Pernyataan itumenu respons beragam; Andreas Hugo Pareira menilai sesuai dengan prinsip demokrasi, sedangkan Ahmad Doli Kurnia menilai sebagai sinyal kesiapannya bertarung pada Pilpres 2029 dan membuka potensi terbentuknya Poros Cikeas.
Poin-Poin Utama
- AHY Ketua Umum Partai Demokrat.
- Pidato disampaikan di DPP Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/9/2026).
- Acara peringatan 25 Tahun Partai Demokrat.
- AHY nyatakan kekuasaan bukan milik seseorang selamanya.
- AHY nyatakan kekuasaan adalah amanah rakyat yang memiliki batas waktu.
- AHY singgung 10 tahun pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
- AHY catatkan pergantian kekuasaan setelah dua periode berlangsung damai dan demokratis.
- Andreas Hugo Pareira setuju pernyataan AHY.
- Andreas sebut pernyataan AHY sesuai prinsip dasar demokrasi, bukan absolutisme.
- Ahmad Doli Kurnia sebut pernyataan AHY tunjukkan kesiapan bertarung di pemilu.
- Doli adalah Waketum Golkar dari koalisi KIM Plus.
- Doli buka potensi kemunculan poros Cikeas jelang Pilpres 2029.
- Budi Arie sebelumnya nyatakan kesiapan mewakili poros Solo.
- detikSore jadwal streaming Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB di 20.detik.com dan TikTok detikcom.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.