Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Mengejar jabatan dalam Islam tidak dilarang sepanjang diperoleh dengan cara fair, berlandaskan etika dan moral, serta sesuai keahlian. Rasulullah SAW memperingatkan bahwa lomba mendapatkan jabatan akan menjadi penyesalan di akhirat, sebagaimana hadis riwayat Bukhari. Hal ini diperkuat kisah Nabi Yusuf AS yang memohon jabatan untuk mengurusi kesejahteraan rakyat karena kepercayaan dan amanahnya.
Poin-Poin Utama
- Islam tidak melarang mengejar jabatan, harta, atau kedudukan.
- Pursuit of positions must be done ethically, fairly, and with good morals.
- Orang yang mengejar jabatan harus memiliki keahlian dan profesi yang sesuai.
- Abu Hurairah meriwayatkan hadis tentang bahaya ambición kepemimpinan (HR Bukhari).
- Hadis tersebut menyatakan bahwa mengejar jabatan akan menjadi penyesalan di hari akhir.
- Hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.
- Nabi Yusuf AS melihat kesengsaraan rakyat Mesir di tengah kesuburan tanahnya.
- Nabi Yusuf menyadari adanya salah urus oleh pejabat negara yang berwenang.
- Nabi Yusuf meminta untuk diangkat sebagai pejabat urusan kesejahteraan masyarakat.
- Permintaan Nabi Yusuf tercatat dalam Surat Yusuf ayat 55.
- Nabi Yusuf mendeskripsikan diri sebagai penjaga dan orang yang mengetahui.
- Kepercayaan (amanah) menjadi kualitas penting bagi calon pemimpin menurut hadis ini.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.